Suatu hari Chencula
memohon dan bertanya pada Ibu Tertinggi dimanakan suaminya Binduga.
Iapun mendapatkan jawaban. Ia berada di Neraka mendapatkan buah atas
perbuatannya. Ibu Tertinggi memberitahunya bahwa ia telah menjadi arwah
yang jahat dan mengganggu (Pishacha) berkelana di gunung Vindhya.
Chencula berdoa untuk pengampunannya. Ibu Mulia yang amat pengasih
tersenyum dan mengirim Tumbura, seorang Gandharwa (makhluk surgawi)
bersama dengan Chencula ke Gunung Vindhya. Ia memberitahu Tumbura untuk
menceritakan Siwa Purana pada pendosa Binduga, yang akan menghancurkan
dosanya. Tumbura kemudian diberikan dua pelayan Siwa sebagai
pendampingnya.
Di gunung itu, Tumbura menemukan dimana arwah jahat itu berada. Tetapi
arwah itu tidak mau mendengarkan Siwa Purana. Oleh karena itu pelayan
Siwa mengikatnya. Tumbura memainkan alat musik dan menyanyikan keagungan
Maha Siwa. Gunung ini dipenuhi dengan melodi yang sangat indah. Para bidadari turun dari surga untuk mendengarkan melodi tentang keagungan Siwa dan perbuatannya.
Sedangkan Binduga telah lepas dari kejahatannya dan ia telah pulih.
Kejahatannya sirna. Ia telah berubah menjadi makhluk yang bersinar.
Chencula bersama dengan suaminya mencapai Kailasha dan mereka hidup
bahagia selamanya.
Begitulah kekuatan berkah Siwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar