Rabu, 22 Juli 2015
Rudraksha Mukhi 5
Rudraksha Mukhi ini memiliki 5 baris alam (mukhas) pada permukaannya. Dewa yang berkuasa dari Rudraksha
ini adalah Dewa "Kalagni" bentuk
Dewa Siwa. Rudraksha ini paling mudah ditemukan & Rudraksha ini di yakini dapat menghancurkan "Karma Buruk" dari kehidupan sekarang, sehingga membuat pemakainya murni dan pikirannya
menjadi damai dan tenang. Rudraksha ini
menghilangkan dosa dari berbagai
jenis yang telah dilakukan oleh
seseorang dalam kehidupan sekarang.
Rudraksha ini telah
sangat dihormati dalam teks
dan naskah kuno dan telah diberikan status "Dev Guru
Rudraksha" karena fakta bahwa planet yang
berkuasa adalah Jupiter yang merupakan Guru Dewa.
Rudraksha ini juga
melindungi seseorang dari Kematian
akibat kecelakaan dan juga sangat penting dalam setiap
jenis Saadhna atau Meditasi. Lima mukhi
Rudraksha juga memberikan orang ketenaran dan Mental Perdamaian.
Rudraksha Mukhi 4
Rudraksha Empat Mukhi memiliki
empat jalur (Mukhas) pada
permukaannya. Dewa Rudraksha
ini adalah Dewa
Brahma (Salah satu Dewa Hindu Trinity) yang
adalah pencipta alam semesta serta pemberi pengetahuan
dan kreativitas. Mereka
yang memakai Rudraksha ini akan memiliki kekuatannya konsentrasi dan belajar meningkat serta daya ingatannya juga meningkat dan karena itu ia mampu mempertahankan pengetahuan apa pun yang ia ketahui. Rudraksha ini juga berpengaruh positif terhadap pidato orang sehingga
ia dapat menggunakannya untuk keuntungannya. Siswa
yang memakai Rudraksha ini mampu melakukan lebih
baik dalam studi mereka karena
meningkatnya daya memori dan
konsentrasi.
Rudraksha Mukhi 3
Rudraksha Mukhi 3 memiliki tiga jalur alam atau Mukhas pada permukaannya. Dewa Rudraksha ini
adalah Dewa Agni (Api). Rudraksha ini menghancurkan segala
dosa yang dilakukan oleh
seseorang dalam kehidupan masa
lalunya dan membuatnya murni
pada tingkat spiritual . Rudraksha ini juga harus dipakai untuk menyingkirkan kekuatiran. Hal ini berguna untuk
orang-orang juga yang
mengalami kebencian diri atau stres mental dan Rudraksha ini membuat orang energik dengan membebaskan dia dari kemalasan.
Rudraksha Mukhi 2
Rudraksha Mukhi 2 memiliki dua jalur alam atau aspek di permukaannya. Dewa Rudraksha
ini adalah Dewa "Ardh Nareeshwar",
gambar gabungan Dewa
Siwa dan Dewi Parwati. Oleh karena itu, juga dikenal sebagai UNITY Rudraksha
karena membawa tentang kesatuan untuk pemakainya.
Rudraksha ini membantu dalam harmonisasi hubungan antara
dua individu (suami-istri,
Bapa-Anak dan
Teman dll) sehingga
membuat hubungan bahagia dan langgeng. Rudraksha Mukhi 2 ini membebaskan seseorang dari dosa pembantaian sapi.
Ini memberikan berkat bahagia keluarga, hubungan membaik dengan semua orang
di sekitar serta mendapatkan pasangan
yang cocok.
Rudraksha Mukhi 1
Rudraksha
Mukhi 1, dianggap sebagai berkah utama Dewa Siwa sendiri dan
karena itu seharusnya menjadi manik-manik yang paling menguntungkan di antara
semua manik-manik Rudraksha. Ini akan menghapus semua jenis dosa yang dilakukan
oleh seseorang, memenuhi semua keinginan dan membawa kemakmuran, keberuntungan,nasib, dan
melimpahkan kesenangan duniawi serta
Keselamatan (Nirvana) ke pemakainya. Seseorang mengenakanRudraksha Mukhi 1 menikmati
semua kesenangan duniawi namun tetap terpisah dari mereka.
Rudraksha Mukhi 1 tidak hanya memberikan semua kesenangan duniawi bagi pemakainya tetapi juga memberikan keselamatan dan karenanya, ia memiliki tempat yang unik di antara semua rudrakshas lainnya. Orang-orang yang mengambil tanggung jawab kepemimpinan apapun dalam organisasi besar juga dapat memperoleh manfaat besar dengan mengenakan Rudraksha ini, karena tidak hanya memberikan kualitas kepemimpinan tetapi juga membantu seseorang untuk menghadapi situasi stres.
Rudraksha Mukhi 1 tidak hanya memberikan semua kesenangan duniawi bagi pemakainya tetapi juga memberikan keselamatan dan karenanya, ia memiliki tempat yang unik di antara semua rudrakshas lainnya. Orang-orang yang mengambil tanggung jawab kepemimpinan apapun dalam organisasi besar juga dapat memperoleh manfaat besar dengan mengenakan Rudraksha ini, karena tidak hanya memberikan kualitas kepemimpinan tetapi juga membantu seseorang untuk menghadapi situasi stres.
Senin, 20 Juli 2015
SATU JALAN ATAU BANYAK JALAN ?
Slim : Ayolah Bro….mari kita ikuti agama yang lurus. Agamaku adalah jalan yang lurus.
Sindu : Oh Ya??? Kemarin temanku naik motor dan nyebur di parit!
Slim : Lho kok gak nyambung ?
Sindu : He he he. Dia mengira jalan itu hanya lurus, eh,,,tau-taunya ada belokan Bro.
Slim : Maksudnya, agamaku adalah agama kebenaran, langsung dari Tuhan. Makanya disebut agama langit dan agama yang lurus. Mungkin yang lain buatan manusia makanya disebut agama Bumi.
Sindu : Ooo Tuhanmu langsung ngoceh kepada manusia gitu ? Tanpa perantara ? Kalau seandainya agamamu adalah agama langit, kenapa gak hidup di langit aja bro ? …he he he. karena aku masih hidup di Bumi, gak apalah disebut agama Bumi. Toh juga agama bagiku buat orang yang masih menginjakan kakinya di Bumi. Kalau udah mati agama bagiku gak penting.
Slim : Gak langsung gitu sih…ada perantara…namanya malaikat dan yang menerima namanya nabi.
Sindu : Oooo ada perantara toh. Oke…anggap aja Tuhan maha benar dan maha sempurna. Tapi apakah perantara tersebut maha benar dan maha sempurna seperti Tuhan ? Bukankah yang menerima adalah manusia dan manusia jelas-jelas bisa salah ? bukankah manusia juga penuh dengan kepentingan,nafsu dan ego ?
Slim : Ya gak sesempurna Tuhan sih. Tapi mereka kan di tunjuk langsung oleh Tuhan. Jadi Tuhan gak mungkin salah. Apa yang tersampaikan dalam kitabku adalah kebenaran mutlak.
Sindu : dalam kitabmu yang ditunjuk Tuhan sebagi nabi adalah si A, di kitabku yang ditunjuk adalah si B, di kitab agama yang lain adalah si C. Jadi mana yang disebut sebagai kebenaran mutlak ?
Slim : Ya keyakinanku gitu. Karena itu ada dalam kitabku.
Sindu : he he he he,,,,karena belum bisa dibuktikan secara benar dan mutlak , makanya disebut dengan keyakinan atau kepercayaan. Kalau kamu percaya itu, monggo…..kalau keyakinanku lain.
Slim : trus apakah keyakinanmu adalah sebuah kebenaran mutlak juga ?
Sindu : di agamaku ada sebuah ajaran seperti ini “ walaupun seribu weda mengatakan bahwa api itu dingin, jangan dulu kau percaya! selidiki dulu”. Artinya kitabku silahkan dikupas , dikritik dan dipertanyakan. Dijamin tidak ada yang di bakar hidup-hidup atau dikeluarkan dari agamaku. Karena kebenaran dalam keyakinanku sifatnya berlapis-lapis.
Slim : berarti gak ada jalan yang lurus di agamamu Bro ???
Sindu : Mana ada di dunia ini jalannya lurus terus ??? jalan lurus ada, tanjakan ada, turunan ada, tikungan ada, jalan mulus ada, jalan berbatu ada, jalan pintas ada dan singkatnya semua jalan ada. Dan semua jalan di hargai. Nih ayatnya :
Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagavad Gītā, 4.11)
Arti:
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)
Slim : OOOOoo begitu. ada banyak jalan toh,,,,
Sindu : Ya iya lah….banyak jalan menuju Roma. And selamat jalan-jalan. Jangan hanya tau satu jalan ya…..Da Da Da,,,,,
BERSAMBUNG,,,,,,,,,,,,,SEMOGA BERMANFAAT
Sumber : Robert Kusuma@BANGKITNYA HINDU
Sindu : Oh Ya??? Kemarin temanku naik motor dan nyebur di parit!
Slim : Lho kok gak nyambung ?
Sindu : He he he. Dia mengira jalan itu hanya lurus, eh,,,tau-taunya ada belokan Bro.
Slim : Maksudnya, agamaku adalah agama kebenaran, langsung dari Tuhan. Makanya disebut agama langit dan agama yang lurus. Mungkin yang lain buatan manusia makanya disebut agama Bumi.
Sindu : Ooo Tuhanmu langsung ngoceh kepada manusia gitu ? Tanpa perantara ? Kalau seandainya agamamu adalah agama langit, kenapa gak hidup di langit aja bro ? …he he he. karena aku masih hidup di Bumi, gak apalah disebut agama Bumi. Toh juga agama bagiku buat orang yang masih menginjakan kakinya di Bumi. Kalau udah mati agama bagiku gak penting.
Slim : Gak langsung gitu sih…ada perantara…namanya malaikat dan yang menerima namanya nabi.
Sindu : Oooo ada perantara toh. Oke…anggap aja Tuhan maha benar dan maha sempurna. Tapi apakah perantara tersebut maha benar dan maha sempurna seperti Tuhan ? Bukankah yang menerima adalah manusia dan manusia jelas-jelas bisa salah ? bukankah manusia juga penuh dengan kepentingan,nafsu dan ego ?
Slim : Ya gak sesempurna Tuhan sih. Tapi mereka kan di tunjuk langsung oleh Tuhan. Jadi Tuhan gak mungkin salah. Apa yang tersampaikan dalam kitabku adalah kebenaran mutlak.
Sindu : dalam kitabmu yang ditunjuk Tuhan sebagi nabi adalah si A, di kitabku yang ditunjuk adalah si B, di kitab agama yang lain adalah si C. Jadi mana yang disebut sebagai kebenaran mutlak ?
Slim : Ya keyakinanku gitu. Karena itu ada dalam kitabku.
Sindu : he he he he,,,,karena belum bisa dibuktikan secara benar dan mutlak , makanya disebut dengan keyakinan atau kepercayaan. Kalau kamu percaya itu, monggo…..kalau keyakinanku lain.
Slim : trus apakah keyakinanmu adalah sebuah kebenaran mutlak juga ?
Sindu : di agamaku ada sebuah ajaran seperti ini “ walaupun seribu weda mengatakan bahwa api itu dingin, jangan dulu kau percaya! selidiki dulu”. Artinya kitabku silahkan dikupas , dikritik dan dipertanyakan. Dijamin tidak ada yang di bakar hidup-hidup atau dikeluarkan dari agamaku. Karena kebenaran dalam keyakinanku sifatnya berlapis-lapis.
Slim : berarti gak ada jalan yang lurus di agamamu Bro ???
Sindu : Mana ada di dunia ini jalannya lurus terus ??? jalan lurus ada, tanjakan ada, turunan ada, tikungan ada, jalan mulus ada, jalan berbatu ada, jalan pintas ada dan singkatnya semua jalan ada. Dan semua jalan di hargai. Nih ayatnya :
Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagavad Gītā, 4.11)
Arti:
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)
Slim : OOOOoo begitu. ada banyak jalan toh,,,,
Sindu : Ya iya lah….banyak jalan menuju Roma. And selamat jalan-jalan. Jangan hanya tau satu jalan ya…..Da Da Da,,,,,
BERSAMBUNG,,,,,,,,,,,,,SEMOGA BERMANFAAT
Sumber : Robert Kusuma@BANGKITNYA HINDU
HINDU PENYEMBAH PATUNG ???
Slim : Bro…ngapain kemarin aku lihat kamu sembahyang di depan patung ? Sindu : Ya sembahyang pada Tuhan bro?
Slim : Bener Tuhan mu kaya patung itu ?
Sindu : ha ha ha…itu symbol Tuhan Bro. Setiap symbol pasti mengandung makna. Dan pasti ada unusr seni disana. Unsur seni menimbulkan kedamaian.
Slim : Kenapa Tuhan kamu bisa berwujud ini dan itu ? kalau di keyakinanku itu namanya Berhala. Artinya menyembah selain Tuhan yang aku sembah disebut dengan Berhala dan itu Musyrik. Hukumnya haram, nanti kamu bisa masuk neraka.
Sindu : ha ha ha… Manusia itu menggemari symbol bro…Bendera merah putih yang ada di depan rumahmu , apa hanya sekedar selembar kain berwarna ? emang kamu berani menginjak-injak kain tersebut ?
Slim : Ya enggak lah. masak aku nginjek symbol Negara yang aku cintai. Emang Tuhan bisa disimbolkan ?
Sindu : ne ada kertas putih kosong. Sekarang aku buat aksara atau tulisan nama Tuhan kamu. Nah sekarang beranikah kamu menginjaknya ?
Slim : wekkk,,,ya enggak lah. Nanti aku kena azab…
Sindu : Gini Bro,,,Hindu menyadari kecerdasan orang tidak sama. Jika mengajari anak TK berhitung, diperlukan lidi, batu,jari tangan dan alat bantu lainnya. Beda dengan mengajari Mahasiswa yang mungkin sudah tidak memerlukan alat bantu. Begitu juga dalam agamaku. Simbol dalam wujud patung diperlukan bagi para pemula dan tidak diperlukan lagi bagi yang sudah level lebih tinggi.
Slim : Kalau dalam keyakinanku itu larangan keras …tidak diperkenankan.
Sindu : Bahan untuk membuat patung seperti kayu, pasir, dan batu adalah ciptaan Tuhan. Masak sekarang Tuhan cemburu ama ciptaanNya sendiri. Emang ada Tuhan cemburu kaya gitu ?
Slim : Apa bisa Tuhan masuk dalam patung ?
Sindu : Karena Tuhan maha kuasa dan maha berkehendak, apa sulitnya Tuhan masuk ke dalam benda ciptaan manusia ? Kalau Tuhan tidak bisa masuk ke dalam benda ciptaan manusia, berarti Tuhan kalah dong ama manusia ?
Slim : he he he ,,,,,Kenapa ada bentuk patung ini dan itu bro ?
Sindu : sampai saat ini belum ada wujud patung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atau patung dari Brahman karena beliau sifatnya Acintya (tak terpikikan dan tak terwujud). Yang ada adalah patung dari sinar suci Tuhan/fungsi Tuhan yang disebut dengan Dewa.
Slim : kenapa harus menyembah Dewa ? kenapa tidak langsung Ida Sang Hyang Widhi aja mas bro ?
Sindu : mencapai yang tak terpikirkan sangat sulit bagi kita yang terbatas ini. Sehingga kita membutuhkan symbol dan makna dari fungsi Tuhan itu sendiri.
Slim : Apakah Dewa itu Tuhan/ Ida Sang Hyang Widhi juga ?
Sindu : Ya. aku bisa analogikan hal tersebut dengan Energi. Energi yang murni dan kosong tidak bisa diukur dengan rumus apapun. Kemudian Energi itu berubah menjadi energy listrik kemudian berubah lagi menjadi energy gerak atau berubah menjadi energy panas. Dengan perubahan tersebut, kemudian energy itu dapat kita ukur, lihat dan kita rasakan. Apakah perubahan2 itu bukan lagi disebut energy?
Slim : Ya aku mulai bisa pahami alurnya.
Sindu : ketika Tuhan mulai berfungsi sebagai pencipta ia disebut Brahma dan ketika mulai memelihara Ia disebut dengan Wisnu dan ketika mulai melebur Ia disebut dengan Siwa. MAnusia aja bisa punya banyak nama sesuai profesinya . Masak Tuhan yang tak terbatas kalah dengan manusia dan hanya punya satu nama ???
Slim : apakah ada bener wujud-wujud spt yang digambarkan dalam patung ?
Sindu : Patung Dewa –Dewi di India dan di Bali sangat berbeda bentuknya. Itu menandakan bahwa fungsi Tuhan yang disebut dengan Dewa berasal dari kata Div yang artinya sinar. Sinar inilah yang digambarkan sesuai dengan fungsi Beliau.
Slim : oke aku sudah mulai paham, ternyata pemahamanku akan symbol masih terlalu dangkal. Sampai jumpa. Nanti aku akan bertanya lagi.
Semoga bermanfaat.
Sumber : Robert Kusuma@BANGKITNYA HINDU
Langganan:
Postingan (Atom)





