Rabu, 22 Juli 2015

Rudraksha Mukhi 3

Rudraksha Mukhi 3 memiliki tiga jalur alam atau Mukhas pada permukaannya. Dewa Rudraksha ini adalah Dewa Agni (Api). Rudraksha ini menghancurkan segala dosa yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan masa lalunya dan membuatnya murni pada tingkat spiritual . Rudraksha ini juga harus dipakai untuk menyingkirkan kekuatiran. Hal ini berguna untuk orang-orang juga yang mengalami kebencian diri atau stres mental dan Rudraksha ini membuat orang energik dengan membebaskan dia dari kemalasan.

Rudraksha Mukhi 2

Rudraksha Mukhi 2 memiliki dua jalur alam atau aspek di permukaannya. Dewa Rudraksha ini adalah Dewa "Ardh Nareeshwar", gambar gabungan Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Oleh karena itu, juga dikenal sebagai UNITY Rudraksha karena membawa tentang kesatuan untuk pemakainya. Rudraksha ini membantu dalam harmonisasi hubungan antara dua individu (suami-istri, Bapa-Anak dan Teman dll) sehingga membuat hubungan bahagia dan langgeng. Rudraksha Mukhi  2 ini membebaskan seseorang dari dosa pembantaian sapi. Ini memberikan berkat bahagia keluarga, hubungan membaik dengan semua orang di sekitar serta mendapatkan pasangan yang cocok.

Rudraksha Mukhi 1

Rudraksha Mukhi 1, dianggap sebagai berkah utama Dewa Siwa sendiri dan karena itu seharusnya menjadi manik-manik yang paling menguntungkan di antara semua manik-manik Rudraksha. Ini akan menghapus semua jenis dosa yang dilakukan oleh seseorang, memenuhi semua keinginan dan membawa kemakmuran, keberuntungan,nasib, dan melimpahkan kesenangan duniawi serta Keselamatan (Nirvana) ke pemakainya. Seseorang mengenakanRudraksha Mukhi 1 menikmati semua kesenangan duniawi namun tetap terpisah dari mereka.
Rudraksha
Mukhi 1 tidak hanya memberikan semua kesenangan duniawi bagi pemakainya tetapi juga memberikan keselamatan dan karenanya, ia memiliki tempat yang unik di antara semua rudrakshas lainnya. Orang-orang yang mengambil tanggung jawab kepemimpinan apapun dalam organisasi besar juga dapat memperoleh manfaat besar dengan mengenakan Rudraksha ini, karena tidak hanya memberikan kualitas kepemimpinan tetapi juga membantu seseorang untuk menghadapi situasi stres.

Senin, 20 Juli 2015

SATU JALAN ATAU BANYAK JALAN ?

Slim : Ayolah Bro….mari kita ikuti agama yang lurus. Agamaku adalah jalan yang lurus.
Sindu : Oh Ya??? Kemarin temanku naik motor dan nyebur di parit!
Slim : Lho kok gak nyambung ?
Sindu : He he he. Dia mengira jalan itu hanya lurus, eh,,,tau-taunya ada belokan Bro.
Slim : Maksudnya, agamaku adalah agama kebenaran, langsung dari Tuhan. Makanya disebut agama langit dan agama yang lurus. Mungkin yang lain buatan manusia makanya disebut agama Bumi.
Sindu : Ooo Tuhanmu langsung ngoceh kepada manusia gitu ? Tanpa perantara ? Kalau seandainya agamamu adalah agama langit, kenapa gak hidup di langit aja bro ? …he he he. karena aku masih hidup di Bumi, gak apalah disebut agama Bumi. Toh juga agama bagiku buat orang yang masih menginjakan kakinya di Bumi. Kalau udah mati agama bagiku gak penting.
Slim : Gak langsung gitu sih…ada perantara…namanya malaikat dan yang menerima namanya nabi.
Sindu : Oooo ada perantara toh. Oke…anggap aja Tuhan maha benar dan maha sempurna. Tapi apakah perantara tersebut maha benar dan maha sempurna seperti Tuhan ? Bukankah yang menerima adalah manusia dan manusia jelas-jelas bisa salah ? bukankah manusia juga penuh dengan kepentingan,nafsu dan ego ?
Slim : Ya gak sesempurna Tuhan sih. Tapi mereka kan di tunjuk langsung oleh Tuhan. Jadi Tuhan gak mungkin salah. Apa yang tersampaikan dalam kitabku adalah kebenaran mutlak.
Sindu : dalam kitabmu yang ditunjuk Tuhan sebagi nabi adalah si A, di kitabku yang ditunjuk adalah si B, di kitab agama yang lain adalah si C. Jadi mana yang disebut sebagai kebenaran mutlak ?
Slim : Ya keyakinanku gitu. Karena itu ada dalam kitabku.
Sindu : he he he he,,,,karena belum bisa dibuktikan secara benar dan mutlak , makanya disebut dengan keyakinan atau kepercayaan. Kalau kamu percaya itu, monggo…..kalau keyakinanku lain.
Slim : trus apakah keyakinanmu adalah sebuah kebenaran mutlak juga ?
Sindu : di agamaku ada sebuah ajaran seperti ini “ walaupun seribu weda mengatakan bahwa api itu dingin, jangan dulu kau percaya! selidiki dulu”. Artinya kitabku silahkan dikupas , dikritik dan dipertanyakan. Dijamin tidak ada yang di bakar hidup-hidup atau dikeluarkan dari agamaku. Karena kebenaran dalam keyakinanku sifatnya berlapis-lapis.
Slim : berarti gak ada jalan yang lurus di agamamu Bro ???
Sindu : Mana ada di dunia ini jalannya lurus terus ??? jalan lurus ada, tanjakan ada, turunan ada, tikungan ada, jalan mulus ada, jalan berbatu ada, jalan pintas ada dan singkatnya semua jalan ada. Dan semua jalan di hargai. Nih ayatnya :
Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagavad Gītā, 4.11)
Arti:
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)
Slim : OOOOoo begitu. ada banyak jalan toh,,,,
Sindu : Ya iya lah….banyak jalan menuju Roma. And selamat jalan-jalan. Jangan hanya tau satu jalan ya…..Da Da Da,,,,,
BERSAMBUNG,,,,,,,,,,,,,SEMOGA BERMANFAAT

Sumber :  Robert Kusuma‎@BANGKITNYA HINDU

HINDU PENYEMBAH PATUNG ???

Slim : Bro…ngapain kemarin aku lihat kamu sembahyang di depan patung ?
Sindu : Ya sembahyang pada Tuhan bro?
Slim : Bener Tuhan mu kaya patung itu ?
Sindu : ha ha ha…itu symbol Tuhan Bro. Setiap symbol pasti mengandung makna. Dan pasti ada unusr seni disana. Unsur seni menimbulkan kedamaian.
Slim : Kenapa Tuhan kamu bisa berwujud ini dan itu ? kalau di keyakinanku itu namanya Berhala. Artinya menyembah selain Tuhan yang aku sembah disebut dengan Berhala dan itu Musyrik. Hukumnya haram, nanti kamu bisa masuk neraka.
Sindu : ha ha ha… Manusia itu menggemari symbol bro…Bendera merah putih yang ada di depan rumahmu , apa hanya sekedar selembar kain berwarna ? emang kamu berani menginjak-injak kain tersebut ?
Slim : Ya enggak lah. masak aku nginjek symbol Negara yang aku cintai. Emang Tuhan bisa disimbolkan ?
Sindu : ne ada kertas putih kosong. Sekarang aku buat aksara atau tulisan nama Tuhan kamu. Nah sekarang beranikah kamu menginjaknya ?
Slim : wekkk,,,ya enggak lah. Nanti aku kena azab…
Sindu : Gini Bro,,,Hindu menyadari kecerdasan orang tidak sama. Jika mengajari anak TK berhitung, diperlukan lidi, batu,jari tangan dan alat bantu lainnya. Beda dengan mengajari Mahasiswa yang mungkin sudah tidak memerlukan alat bantu. Begitu juga dalam agamaku. Simbol dalam wujud patung diperlukan bagi para pemula dan tidak diperlukan lagi bagi yang sudah level lebih tinggi.
Slim : Kalau dalam keyakinanku itu larangan keras …tidak diperkenankan.
Sindu : Bahan untuk membuat patung seperti kayu, pasir, dan batu adalah ciptaan Tuhan. Masak sekarang Tuhan cemburu ama ciptaanNya sendiri. Emang ada Tuhan cemburu kaya gitu ?
Slim : Apa bisa Tuhan masuk dalam patung ?
Sindu : Karena Tuhan maha kuasa dan maha berkehendak, apa sulitnya Tuhan masuk ke dalam benda ciptaan manusia ? Kalau Tuhan tidak bisa masuk ke dalam benda ciptaan manusia, berarti Tuhan kalah dong ama manusia ?
Slim : he he he ,,,,,Kenapa ada bentuk patung ini dan itu bro ?
Sindu : sampai saat ini belum ada wujud patung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atau patung dari Brahman karena beliau sifatnya Acintya (tak terpikikan dan tak terwujud). Yang ada adalah patung dari sinar suci Tuhan/fungsi Tuhan yang disebut dengan Dewa.
Slim : kenapa harus menyembah Dewa ? kenapa tidak langsung Ida Sang Hyang Widhi aja mas bro ?
Sindu : mencapai yang tak terpikirkan sangat sulit bagi kita yang terbatas ini. Sehingga kita membutuhkan symbol dan makna dari fungsi Tuhan itu sendiri.
Slim : Apakah Dewa itu Tuhan/ Ida Sang Hyang Widhi juga ?
Sindu : Ya. aku bisa analogikan hal tersebut dengan Energi. Energi yang murni dan kosong tidak bisa diukur dengan rumus apapun. Kemudian Energi itu berubah menjadi energy listrik kemudian berubah lagi menjadi energy gerak atau berubah menjadi energy panas. Dengan perubahan tersebut, kemudian energy itu dapat kita ukur, lihat dan kita rasakan. Apakah perubahan2 itu bukan lagi disebut energy?
Slim : Ya aku mulai bisa pahami alurnya.
Sindu : ketika Tuhan mulai berfungsi sebagai pencipta ia disebut Brahma dan ketika mulai memelihara Ia disebut dengan Wisnu dan ketika mulai melebur Ia disebut dengan Siwa. MAnusia aja bisa punya banyak nama sesuai profesinya . Masak Tuhan yang tak terbatas kalah dengan manusia dan hanya punya satu nama ???
Slim : apakah ada bener wujud-wujud spt yang digambarkan dalam patung ?
Sindu : Patung Dewa –Dewi di India dan di Bali sangat berbeda bentuknya. Itu menandakan bahwa fungsi Tuhan yang disebut dengan Dewa berasal dari kata Div yang artinya sinar. Sinar inilah yang digambarkan sesuai dengan fungsi Beliau.
Slim : oke aku sudah mulai paham, ternyata pemahamanku akan symbol masih terlalu dangkal. Sampai jumpa. Nanti aku akan bertanya lagi.
Semoga bermanfaat.

Sumber :  Robert Kusuma‎@BANGKITNYA HINDU

SORGA, NERAKA ATAU MOKSA ???

Sindu : Udah 2 kali kita dialog keTuhanan. Sebelumnya kamu yang banyak tanya. Untuk kali ini, bolehkah aku yang bertanya padamu bro ?
Slim : Bertanya ape ? Jangan yang ruwet-ruwet ya. Capek mikirnya.
Sindu : Santai aja. Sambil ngopi. Oh Ya apa tujuan agamamu kawan ?
Slim : SURGAAAAAAAAAAAA……
Sindu : gak usah buka mulut terlalu lebar kawan, tar kemasukan lalat. Ooo Surga. hemmmm. Boleh ceritakan surge itu seperti apa ?
Slim :Dalam kitabku tertulis Adalah sebuah tempat yang paling indah, indaaaahhhhh sekali. Dan berada di sisi Tuhan. Alamnya yang hijau, sungainya berliku nan jernih , orangnya ramah-ramah, wanitanya cantik-cantik . Prianya ganteng-ganteng, berlimpah makanan yang enak-enak.
Sindu : wow ,,,,keren sekali mas Bro…..Kira-kira di bumi ini tempat seperti itu mirip dimana ya ??? apakah di Eropa, di Timur Tengah atau di Nusantara kita ini ?
Slim : Kayaknya sih di Nusantara kita bro…Nusantara kita ini memang Indah. …Aku bangga ama nusantaraku.
Sindu : Lalu ceritakanlah neraka itu wahai …sang ahli kitab!!!
Slim : Neraka adalah dimana sebuah tempat yang amat buruk. Tandus, kering, bebatuan, susah air, para penjahat berkumpul. Tempat orang di siksa, di rajam, di gantung, di bakar, mirip seperti penjara. Saling bunuh, saling sikat, pemerkosaan dimana-mana.
Sindu : wow,,,,serammmm….Kira kira tempat itu kalau di bumi mirip dimana ya ? Apakah di Eropa, di Nusantara ini, atau di Timur Tengah?
Slim : mmmmmm…..kayaknya sih mirip Timur tengah bro…..disana gak pernah damai soalnya. Orang sembahyang aja bisa di bom.
Sindu : he he he mungkin itu sebabnya ya, penduduk disana sampai mengungsi dan rela menaiki perahu kecil, ada yang tenggelam dalam menyebrangan untuk mencari sorga yang diceritakan dalam kitab.
Slim : bukan gitu bro. Mereka kan cari tempat yang lebih aman. Kalau surga yang sesungguhnya nanti kan bisa didapat kalau kita sudah meninggal.
Sindu : kalau udah konflik spt itu, kemana ya Tuhannya bro ? Masak gak lihat umatnya bertikai ? Mungkin Tuhannya bingung mau bela siapa. HAbis, sesama pihak yang bertikai sama-sama teriak nama Tuhan sih. Ngomong-ngomong, syarat masuk surga itu seperti apa ?
Slim : Harus beriman kepada Tuhanku bro. Dan tidak boleh menyembah selain Tuhanku.
Sindu : Apakah aku bisa dijamin masuk surga kalau aku masuk agamamu ? Mana yang lebih penting iman atau kelakuan baik ?
Slim : Jamin dong. KArena itu janji Tuhanku. Iman jauh lebih penting dari segalanya.
Sindu : Wow…walaupun kelakuanku jahat tetap akan masuk sorga ?
Slim : Masuk neraka dulu bro, habis itu dapat surga. Karena itu adalah janji Tuhanku.
Sindu : Wow Keren sekali. Orang jahat bisa ngumpul dan duduk bareng ama orang yang baik. Berarti hasil akhir yang didapat oleh orang jahat dan orang yang baik sama aja bro. Gak kecewa nanti yang berbuat baik? toh juga hasilnya sama? Bukankah dengan adanya jaminan asal beriman akan masuk sorga, membuat orang-orang tidak takut berbuat kejahatan ?
Slim : he hehe. Kita nunggu kiamat dulu baru nanti pengadilan sorga neraka akan di buka. Biarkan nanti Tuhan yang mengadili. Itu urusan Tuhan.
Sindu : walaupun aku berbuat baik di bumi ini, tetapi aku tidak beriman di agamamu, apakah bisa masuk surga ?
Slim : Jelas Tidak bisalah. Surga itu udah di kontrak ama Tuhanku. Dan orang Kafir / orang diluar agamaku tidak berhak akan surga. KAfir tempatnya di neraka aja. Surga hanya tempat orang-orang beriman seperti aku.
Sindu : Fir,,,,fir,,,fir,,,,oh nasibmu kelam banget. Tuhan sepertinya hanya berpihak pada agama tertentu saja. Yang aku tidak mengerti, kenapa Tuhan menciptakan kafir, apa sulitnya kalau Tuhanmu memang maha kuasa untuk membuat kafir itu beriman ? Lalu kenapa orang-orang yang dikatakan beriman saling baku bunuh tiada hentinya ? Oh calon penghuni surga….. sungguh aku bingung- sangat bingung…….kalau kamu tidak bisa jawab, aku akan tanya sama rumput yang bergoyang …..du du du duuuu,,,,,oooooooo,,,,,,,du du du,,,,ooooooo
Slim : Ah,,,yang baku bunuh itu Cuma agama di KTP aja,,,tidak bener-bener beriman. Yang begituan nanti masuk neraka aja.
Sindu : Lho tadi katanya asal masuk agamamu jamin masuk surga, sekarang kalau kelakuannya kaya gitu, akan masuk neraka. Yang paling penting mana sih syarat masuk surga ? beriman atau kelakuan baik?
Slim : aku bingung dah….yang jelas orang yang beriman pasti kelakuannya baik.
Sindu : apakah orang-orang yang dikatakan teroris itu tidak beriman ? jangan salah lho, dia merasa jauh lebih beriman daripada kamu. Dia menunjukan dirinya rela mati demi membela agama ? kamu berani gak ? kalau gak berani itu buktinya kalau mereka itu merasa lebih beriman daripada kamu.
Slim:…..arahhhhhh…..lama-lama kamu bikin aku botak bro. Aku sekarang balik nanya. di Agamamu percaya gak adanya surga dan naraka ? lalu apa tujuan agamamu ?
Sindu : Yah,,,,jelas percaya dong. Kata surga dan neraka itu berasal dari bahasa sansekerta/ bahasa dalam kitab Weda. Tapi sayang, itu bukan tujuan kami. Itu hanya tempat sementara untuk menjalani proses kehidupan berulang-ulang. Tujuan kami adalah moksa. Bukan disisi Tuhan, tapi menyatu dengan Tuhan. Namun sebelum kami mencapai tujuan akhir tersebut, kami harus mencapai Moksa di bumi ini dulu / kebahagiaan duniawi yang disebut dengan Jiwatman Mukti. Perbuatan baiklah yang nantinya mengantarkan kami menuju Moksa melalui kelahiran kami secara berulang-ulang.
Slim : berarti hidup bukan sekali bro ?
Sindu : Ya nanti aku jelaskan di lain waktu. Tentang kelahiran berulang-ulang. Kita focus hanya surga dan neraka.
Slim : Apa indahnya menyatu dengan Tuhan, lebih indah dari surga ?
Sindu : Yahhh,,,,kalau kamu percaya Tuhan adalah sumber dari segalanya termasuk sumber keindahan dan kenikmatan, jelas enakan menyatulah. Menyatu ama istrimu kan lebih nikmat ketimbang hanya melototin aja…xi…xi,,,xi,,xi,,,,,,
Slim : Syarat untuk bisa moksa gimana bro ?
Sindu : syaratnya hanya berbuat baik di setiap kehidupan. Menjalankan Tri Kaya Parisudha . Berfikir, berkata dan berbuat baik. Kalau dah bisa spt itu, agama itu gak penting. Karena aku sadar aku belum mampu berbuat baik , makanya aku butuh pengetahuan dari agama yang disebut dengan Weda. Agamaku gak menuntut seseorang harus mengetahui isi dari Weda, Agamaku tidak ada ancaman neraka kalau tidak percaya akan Weda. Ibaratnya Agama hanya sebagai penerang dan penuntun dalam kegelapan. Jika kamu sudah bisa merasakan antara gelap dan terang adalah sama, agama itu gak perlu.
Slim : Bener gak ada janji manis surga atau ancaman neraka di agamamu ?
Sindu : Yah,,,,gak percaya. Coba aja kamu mendidik anak-anakmu dengan segala ancaman. Kamu siapkan gergaji, palu, dan cambuk. Lalu ancamlah anak-anakmu dengan benda2 itu setiap kali ia nakal. Apakah anak itu akan tumbuh memiliki kepribadian yang baik ??? atau kamu mendidik anak2mu dengan mengumbar janji-janji. Agar ia mau melakukan sesuatu, kamu selalu menjanjikannya. Aku jamin anak-anakmu akan tumbuh menjadi pribadi yang tamak dan malas. Hanya mau berkerja kalau lihat hasil Bukan berkarya dengan kesadaran.
Slim : Ya ya ,,,aku sudah mulai paham,,,,ternyata ada tujuan yang lebih tinggi daripada sekedar surga. Aku baru sadar dan tau surga tidak ubahnya seperti pemuasan sang tubuh. Sang tubuh butuh segala kenikmatan spt yang ada di dunia ini. Tapi sang jiwa sepertinya tidak membutukan itu. Oke aku sudah ngantuk…..lain kali sambung kembali. Trima kasih……

Sumber :

MEMILIH JURU SELAMAT

Sindu : Pagi Bro….olah raga bersepeda yuk.
Kris : Sory Bro,, Ini kan hari minggu, aku mau menghadap Bapa dulu.
Sindu : Bapa mu kan ada di Timor sana ??? berangkat jauh dong kamu sekarang?
Kris : ha ha ha,,,maksudku aku mau sembahyang. Bapa itu Tuhanku. Tuhan Bapa ngerti ora son ?
Sindu : ha ha ha,,,, kirain mau ketemu ama Bapa kandungmu,,,,Apa tar gak ketemu ama Tuhan Mama juga ?
Kris : maksod loe ???
Sindu : Ada Tuhan Bapa pasti ada Tuhan Mama. Ya Kan?
Kris : Ha ha ha ,,,,kamu, pagi-pagi dah bercanda. Emang Tuhan berjenis kelamin Pria dan wanita?
Sindu : Buktinya kamu kasi nama Bapa.
Kris : Daripada kamu kasi nama Tuhan dengan sebutan “Om” om itu kan paman . Mana lebih dekat Bapa atau Om?? xi,,xi,,,xi,,,
Sindu : tapi ada yang lebih jauh bro ?
Kris :nah yang ini aku tau nih sssssttttt jangan keras-keras. Mumpung dia lagi gak ikut. Tuhannya si Slim bro…. Manggilnya harus pakai speaker/ Toa. Jauh soalnya,,,,ha ha ha ha ha . ngomong-ngomong ngopi dulu yuk.
Sindu : Ayo Bro,,,
Kris : Taukah kamu kawan, Umat Hindu di Bali kini udah banyak pindah keyakinan. Terutama beberapa desa kini sudah menjadi pemeluk keyakinanku. Ada banyak tempat-tempat ibadah sudah didirikan di Pulau ini bahkan udah sampai di kaki gunung. Keyakinanku sekarang masuk lewat budaya. Mulai dari arsitektur tempat ibadah, pakaian adat, nyanyian atau kidung, gambelan atau music, penjor dan ornament-ornamen lainnya tetap dipakai ketika orang tersebut masuk agamaku. Kesimpulannya keyakinanku berkembang sangat pesat.
Sindu : Oh Ya. Bagus dong. Semakin banyak ada keyakinan semakin baik. Karena akan timbul rasa ingin mempelajari lebih dalam dari masing-masing keyakinan itu. Bagi yang tetap bertahan, meraka akan berusaha memperbaiki tatanan dan merubah hal-hal kuno yang sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman. Bagiku gak penting kuantitas, yang penting adalah kualitas. Lebih baik kecil secara jumlah namun besar secara kualitas.
Kris : kamu gak marah Ndu umatmu banyak yang pindah ? Bukankah aku sering mendengar kalau semua agama adalah sama ?
Sindu : Kenapa aku musti marah? Tidak ada yang kekal di alam ini kecuali Beliau, termasuk jumlah pemeluk agama. Sekarang banyak, nanti bisa sedikit dan sebaliknya. Seperti di Eropa, banyak dilaporkan tempat2 ibadah semakin sepi bahkan ada tempat ibadah sudah di pakai umat lain karena tidak terpakai. Ya Betul semua agama adalah sama, dan semua agama adalah tidak sama. Samanya dimana ? tidak ada umat agama manapun yang tidak luput dari penderitaan, kemiskinan, sakit, tua, musibah,kematian. Setiap pemeluk agama juga pasti ada yang gembira, kaya, maju, bahagia dll. Kalau ada sebuah agama dimana kalau masuk agama tersebut dipastikan bisa hidup kaya, baik, sejahtera dan bahagia, tanpa penderitaan, saya kira agama itu tidak perlu pendakwah / penceramah atau misionaris yang selalu berupaya mencari pengikut. Pasti orang akan berbondong-bondong masuk agama tersebut.
Kris : bukankah yang dimaksud semua agama adalah sama, artinya setiap agama itu mengajarkan nilai-nilai kebaikan atau moralitas ?
Sindu : Ya Bro,,,baik itu sifatnya relative kawan, Aturan agama A cocok ditempat itu, namun belum tentu cocok di tempat ini. Misalnya hukuman Rajam, cambuk, gantung, atau potong anggota badan cocok disana, belum tentu aturan itu cocok untuk disini. Mungkin orang-orang disana cocok untuk diberikan janji-janji yang banyak seperti janji surga, dan ancaman-ancaman neraka tapi itu belum tentu cocok untuk mendidik moral masyarakat disini. Apalagi mempertontonkan kekerasan dan penyiksaan orang yang disalib. Bagiku sangat merusak mental anak-anak di bawah umur.
Kris : Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti mengharapkan keselamatan. Kini Juru selamat sudah hadir menghampiri kamu, gimana kamu Ndu ? apakah kamu juga ingin diselamatkan oleh Juru selamatku ?
Sindu : Keselamatan spt apa yang di tawarkan bro ? apakah keselamatan ketika kita hidup ini atau sesudah mati ? Kalau keselamatan ketika masih hidup yang artinya dijamin tidak kena musibah, penyakit dan bisa mati tua, gue mau ikut bro ….
Kris : Ya Keselamatan di dunia dan akhirat Bro. Itu janji Beliau. Asalkan percaya ama Beliau.
Sindu : Jika bisa menjamin keselamatan di dunia, lalu kenapa banyak sekali terjadi musibah ketika orang-orang lagi melakukan kebaktian di tempat sucimu? misalnya spt tempat ibadahmu yang runtuh dan di bom oleh oknum. Itu banyak memakan korban bro. Kamu bisa cek di internet, ada banyak orang yang meninggal di tempat suci. Dimana juru selamat ketika itu ? Apakah orang-orang yang meninggal itu kurang percaya akan sang Juru selamat ? Apakah semua umatmu dijamin gak kena musibah ? Mana jaminan keselamatan itu,,,,
Kris : he he he maksudku keselamatan setelah kematian bro,,
Sindu : Jika keselamatan setelah kematian, itulah yang disebut keyakinan bro,,,aku dan kamu sama-sama tidak bisa membuktikan. Bukankah agama buat yang masih hidup? kalau dah mati, bagiku agama gak perlu.
Kris : Dalam kitab-kitabku banyak diceritakan tentang kehebatan dari sang Juru selamat. Itulah yang menyebabkan aku percaya sama beliau, karena beliaulah yang akan menebus dosa-dosa kita.
Sindu : ya memang Beliau hebat dalam kitab agamamu. Bolehkah aku menguji kehebatan beliau lewat pertanyaan2 ? tapi saya harap kamu tidak marah Kris !!! karena pertanyaanku akan sedikit liar.
Kris : Boleh boleh,,,,,santai aja,,,sambil nikmatin kopi.
Sindu : Aku mau kasi contoh : Ada 2 orang pemandu dalam pendakian ke puncak gunung. Yang satunya sudah berhasil selamat lengkap dengan bukti dan bisa menceritakan bagaimana ia selamat. Pemandu kedua meninggal, tapi ditemukan buku catatan bagaimana cara ia untuk bisa mencapai puncak. Nah sekarang kamu Kris mau mendaki gunung itu. Pemandu mana yang kamu pilih ? Apakah kamu mau dipimpin oleh orang yang sudah terbukti selamat atau percaya pada pemandu yang sudah meninggal dalam pendakian tersebut ?
Kris : ya aku lebih percaya pada pemandu yang selamat dong.
Sindu : Bagaimana kisah bisa disebut juru selamat, sedangkan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri ? Bukankah perlu kuat dulu untuk membantu yang lemah ?
Kris : Memang betul beliau disiksa kemudian di bunuh dalam penyaliban. Dan kisah beliau sangat tragis. Namun semua itu sudah tertulis dalam kitab sebelumnya dan memang itulah rencana Tuhan agar setelah kematian beliau, lalu beliau bangkit untuk menunjukan bukti bahwa beliau adalah Tuhan.
Sindu : lalu kenapa hanya bangkit sekali ? kenapa gak berkali-kali ? bukankah kita juga yang hidup saat ini membutuhkan sebuah bukti kongkrit akan kehebatan beliau ? bukankah banyak yang gak percaya bahwa beliau itu benar-benar bangkit ?
Kris : Itu kehendak Tuhan,,,he he he he argument apalagi kira-kira yang bisa menyanggah tentang Juru selamatku,,,,jamin kok aku tidak marah,,,,,
Sindu : Dengan menyajikan tontonan penyiksaan, sebenernya bukan kasih lagi yang ditunjukan melainkan sifat yang lemah dengan membiarkan manusia sebagai mahluk ciptaanya menyiksa Tuhan atau anak Tuhan dengan cara sadis. Apalagi kejadian seperti itu banyak di tonton anak-anak kecil bukankah itu sangat merusak mental mereka ?
Kris : lagi –lagi itu adalah kehendak Bapa bro,,,
Sindu : Bapa mana yang rela membiarkan anaknya disiksa dan ia diam saja ? Apalagi sang Bapa menyandang gelar Tuhan yang maha kuasa. Bukankah Bapa spt itu tidak layak di contoh oleh Ayah-ayah yang masih hidup di dunia ini ?
Kris : itu lagi –lagi kehendak Bapa Bro,,,,
Sindu : he he he he he,,,,,kalau memang benar-benar Tuhan yang disalib, seharusnya belau tidak berteriak seperti ini “ Eli-eli lama sabaktani ?” yang berarti Allahku, Allahku mengapa engkau meninggalkan Aku ?”. Mengapa Tuhan merasa ditinggalkan oleh Tuhan ? ah,,,, ini lagi : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24). (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611) 4. : “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Bukankah itu berarti misi beliau hanya untuk disana ? kenapa sekarang menyebarkan kesini bro ? Di sana aja mereka masih mayoritas penganut Yahudi sampai sekarang juga. Artinya misi beliau disana belum berhasil kawan.
Kris : ada lagi argument lain yang kau punya bro ?
Sindu : aku punya banyak sekali, tapi bagiku itu cukup karena tertalu jauh aku bercerita mungkin akan banyak pihak2 yang tersinggung. Aku perlu mengetahui sedikit tentang agama2 lain agar aku punya bekal untuk menjawab ajakan2 pindah keyakinan.
Kris : ya itu bagus,,,,begitu juga dengan aku,,,aku perlu banyak memahami agama yang kamu anut Sindu. Agar aku bisa selalu menaikan kebenaran.
Sindu : he he he,,,mari kita anggap agama2 itu mirip spt mata kuliah. Kita bebas memilih dan mempelajarinya. Bukankah kita beragama karena orang tua kita ? coba orang tua kita tidak beragama, kitapun kemungkinan 90% tidak beragama. Ngomong2 taukah kamu siapa Bapa atau Ayah yang sering disebut2 oleh Tuhan Putra oleh kitabmu kawan ?
Kris : siapa bro ?
Sindu : terserah kau percaya atau tidak. Ini ayatnya dalam agamaku, “Bhagavad-gita 14.4
Hendaknya dimengerti bahwa segala jenis kehidupan dimungkinkan oleh kelahiran di alam material ini, dan bahwa Akulah Ayah yang memberi benih, wahai putera Kunti.
Kris : haaaaaaaaaaa??? he he he he bisa saja kau……Apakah di Hindu aja Juru selamat gak ?
Sindu : Ada dong,,,,,,sinar Tuhan yang disebut sebagai Dewa Wisnu adalah juru selamatku. Tuhan dengan nama Dewa Wisnu berfungsi sebagai pemelihara segala mahluk hidup. Udah turun berkali-kali bro ke dunia ini,,,, Bukan hanya sekali,,,,keren kan ??? he he he he
Kris : Mantap juga tuh,,,yuk kita berangkat…..
Semoga bermanfaat

Sumber :