Slim : Ayolah Bro….mari kita ikuti agama yang lurus. Agamaku adalah jalan yang lurus.
Sindu : Oh Ya??? Kemarin temanku naik motor dan nyebur di parit!
Slim : Lho kok gak nyambung ?
Sindu : He he he. Dia mengira jalan itu hanya lurus, eh,,,tau-taunya ada belokan Bro.
Slim : Maksudnya, agamaku adalah agama kebenaran, langsung dari Tuhan.
Makanya disebut agama langit dan agama yang lurus. Mungkin yang lain
buatan manusia makanya disebut agama Bumi.
Sindu : Ooo Tuhanmu
langsung ngoceh kepada manusia gitu ? Tanpa perantara ? Kalau seandainya
agamamu adalah agama langit, kenapa gak hidup di langit aja bro ? …he
he he. karena aku masih hidup di Bumi, gak apalah disebut agama Bumi.
Toh juga agama bagiku buat orang yang masih menginjakan kakinya di
Bumi. Kalau udah mati agama bagiku gak penting.
Slim : Gak langsung gitu sih…ada perantara…namanya malaikat dan yang menerima namanya nabi.
Sindu : Oooo ada perantara toh. Oke…anggap aja Tuhan maha benar dan
maha sempurna. Tapi apakah perantara tersebut maha benar dan maha
sempurna seperti Tuhan ? Bukankah yang menerima adalah manusia dan
manusia jelas-jelas bisa salah ? bukankah manusia juga penuh dengan
kepentingan,nafsu dan ego ?
Slim : Ya gak sesempurna Tuhan sih.
Tapi mereka kan di tunjuk langsung oleh Tuhan. Jadi Tuhan gak mungkin
salah. Apa yang tersampaikan dalam kitabku adalah kebenaran mutlak.
Sindu : dalam kitabmu yang ditunjuk Tuhan sebagi nabi adalah si A, di
kitabku yang ditunjuk adalah si B, di kitab agama yang lain adalah si C.
Jadi mana yang disebut sebagai kebenaran mutlak ?
Slim : Ya keyakinanku gitu. Karena itu ada dalam kitabku.
Sindu : he he he he,,,,karena belum bisa dibuktikan secara benar dan
mutlak , makanya disebut dengan keyakinan atau kepercayaan. Kalau kamu
percaya itu, monggo…..kalau keyakinanku lain.
Slim : trus apakah keyakinanmu adalah sebuah kebenaran mutlak juga ?
Sindu : di agamaku ada sebuah ajaran seperti ini “ walaupun seribu weda
mengatakan bahwa api itu dingin, jangan dulu kau percaya! selidiki
dulu”. Artinya kitabku silahkan dikupas , dikritik dan dipertanyakan.
Dijamin tidak ada yang di bakar hidup-hidup atau dikeluarkan dari
agamaku. Karena kebenaran dalam keyakinanku sifatnya berlapis-lapis.
Slim : berarti gak ada jalan yang lurus di agamamu Bro ???
Sindu : Mana ada di dunia ini jalannya lurus terus ??? jalan lurus ada,
tanjakan ada, turunan ada, tikungan ada, jalan mulus ada, jalan
berbatu ada, jalan pintas ada dan singkatnya semua jalan ada. Dan semua
jalan di hargai. Nih ayatnya :
Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagavad Gītā, 4.11)
Arti:
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)
Slim : OOOOoo begitu. ada banyak jalan toh,,,,
Sindu : Ya iya lah….banyak jalan menuju Roma. And selamat jalan-jalan. Jangan hanya tau satu jalan ya…..Da Da Da,,,,,
BERSAMBUNG,,,,,,,,,,,,,SEMOGA BERMANFAAT
Sumber : Robert Kusuma@BANGKITNYA HINDU
Senin, 20 Juli 2015
HINDU PENYEMBAH PATUNG ???
Slim : Bro…ngapain kemarin aku lihat kamu sembahyang di depan patung ? Sindu : Ya sembahyang pada Tuhan bro?
Slim : Bener Tuhan mu kaya patung itu ?
Sindu : ha ha ha…itu symbol Tuhan Bro. Setiap symbol pasti mengandung makna. Dan pasti ada unusr seni disana. Unsur seni menimbulkan kedamaian.
Slim : Kenapa Tuhan kamu bisa berwujud ini dan itu ? kalau di keyakinanku itu namanya Berhala. Artinya menyembah selain Tuhan yang aku sembah disebut dengan Berhala dan itu Musyrik. Hukumnya haram, nanti kamu bisa masuk neraka.
Sindu : ha ha ha… Manusia itu menggemari symbol bro…Bendera merah putih yang ada di depan rumahmu , apa hanya sekedar selembar kain berwarna ? emang kamu berani menginjak-injak kain tersebut ?
Slim : Ya enggak lah. masak aku nginjek symbol Negara yang aku cintai. Emang Tuhan bisa disimbolkan ?
Sindu : ne ada kertas putih kosong. Sekarang aku buat aksara atau tulisan nama Tuhan kamu. Nah sekarang beranikah kamu menginjaknya ?
Slim : wekkk,,,ya enggak lah. Nanti aku kena azab…
Sindu : Gini Bro,,,Hindu menyadari kecerdasan orang tidak sama. Jika mengajari anak TK berhitung, diperlukan lidi, batu,jari tangan dan alat bantu lainnya. Beda dengan mengajari Mahasiswa yang mungkin sudah tidak memerlukan alat bantu. Begitu juga dalam agamaku. Simbol dalam wujud patung diperlukan bagi para pemula dan tidak diperlukan lagi bagi yang sudah level lebih tinggi.
Slim : Kalau dalam keyakinanku itu larangan keras …tidak diperkenankan.
Sindu : Bahan untuk membuat patung seperti kayu, pasir, dan batu adalah ciptaan Tuhan. Masak sekarang Tuhan cemburu ama ciptaanNya sendiri. Emang ada Tuhan cemburu kaya gitu ?
Slim : Apa bisa Tuhan masuk dalam patung ?
Sindu : Karena Tuhan maha kuasa dan maha berkehendak, apa sulitnya Tuhan masuk ke dalam benda ciptaan manusia ? Kalau Tuhan tidak bisa masuk ke dalam benda ciptaan manusia, berarti Tuhan kalah dong ama manusia ?
Slim : he he he ,,,,,Kenapa ada bentuk patung ini dan itu bro ?
Sindu : sampai saat ini belum ada wujud patung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atau patung dari Brahman karena beliau sifatnya Acintya (tak terpikikan dan tak terwujud). Yang ada adalah patung dari sinar suci Tuhan/fungsi Tuhan yang disebut dengan Dewa.
Slim : kenapa harus menyembah Dewa ? kenapa tidak langsung Ida Sang Hyang Widhi aja mas bro ?
Sindu : mencapai yang tak terpikirkan sangat sulit bagi kita yang terbatas ini. Sehingga kita membutuhkan symbol dan makna dari fungsi Tuhan itu sendiri.
Slim : Apakah Dewa itu Tuhan/ Ida Sang Hyang Widhi juga ?
Sindu : Ya. aku bisa analogikan hal tersebut dengan Energi. Energi yang murni dan kosong tidak bisa diukur dengan rumus apapun. Kemudian Energi itu berubah menjadi energy listrik kemudian berubah lagi menjadi energy gerak atau berubah menjadi energy panas. Dengan perubahan tersebut, kemudian energy itu dapat kita ukur, lihat dan kita rasakan. Apakah perubahan2 itu bukan lagi disebut energy?
Slim : Ya aku mulai bisa pahami alurnya.
Sindu : ketika Tuhan mulai berfungsi sebagai pencipta ia disebut Brahma dan ketika mulai memelihara Ia disebut dengan Wisnu dan ketika mulai melebur Ia disebut dengan Siwa. MAnusia aja bisa punya banyak nama sesuai profesinya . Masak Tuhan yang tak terbatas kalah dengan manusia dan hanya punya satu nama ???
Slim : apakah ada bener wujud-wujud spt yang digambarkan dalam patung ?
Sindu : Patung Dewa –Dewi di India dan di Bali sangat berbeda bentuknya. Itu menandakan bahwa fungsi Tuhan yang disebut dengan Dewa berasal dari kata Div yang artinya sinar. Sinar inilah yang digambarkan sesuai dengan fungsi Beliau.
Slim : oke aku sudah mulai paham, ternyata pemahamanku akan symbol masih terlalu dangkal. Sampai jumpa. Nanti aku akan bertanya lagi.
Semoga bermanfaat.
Sumber : Robert Kusuma@BANGKITNYA HINDU
SORGA, NERAKA ATAU MOKSA ???
Sindu : Udah 2 kali kita dialog keTuhanan. Sebelumnya kamu yang banyak
tanya. Untuk kali ini, bolehkah aku yang bertanya padamu bro ?
Slim : Bertanya ape ? Jangan yang ruwet-ruwet ya. Capek mikirnya.
Sindu : Santai aja. Sambil ngopi. Oh Ya apa tujuan agamamu kawan ?
Slim : SURGAAAAAAAAAAAA……
Sindu : gak usah buka mulut terlalu lebar kawan, tar kemasukan lalat. Ooo Surga. hemmmm. Boleh ceritakan surge itu seperti apa ?
Slim :Dalam kitabku tertulis Adalah sebuah tempat yang paling indah, indaaaahhhhh sekali. Dan berada di sisi Tuhan. Alamnya yang hijau, sungainya berliku nan jernih , orangnya ramah-ramah, wanitanya cantik-cantik . Prianya ganteng-ganteng, berlimpah makanan yang enak-enak.
Sindu : wow ,,,,keren sekali mas Bro…..Kira-kira di bumi ini tempat seperti itu mirip dimana ya ??? apakah di Eropa, di Timur Tengah atau di Nusantara kita ini ?
Slim : Kayaknya sih di Nusantara kita bro…Nusantara kita ini memang Indah. …Aku bangga ama nusantaraku.
Sindu : Lalu ceritakanlah neraka itu wahai …sang ahli kitab!!!
Slim : Neraka adalah dimana sebuah tempat yang amat buruk. Tandus, kering, bebatuan, susah air, para penjahat berkumpul. Tempat orang di siksa, di rajam, di gantung, di bakar, mirip seperti penjara. Saling bunuh, saling sikat, pemerkosaan dimana-mana.
Sindu : wow,,,,serammmm….Kira kira tempat itu kalau di bumi mirip dimana ya ? Apakah di Eropa, di Nusantara ini, atau di Timur Tengah?
Slim : mmmmmm…..kayaknya sih mirip Timur tengah bro…..disana gak pernah damai soalnya. Orang sembahyang aja bisa di bom.
Sindu : he he he mungkin itu sebabnya ya, penduduk disana sampai mengungsi dan rela menaiki perahu kecil, ada yang tenggelam dalam menyebrangan untuk mencari sorga yang diceritakan dalam kitab.
Slim : bukan gitu bro. Mereka kan cari tempat yang lebih aman. Kalau surga yang sesungguhnya nanti kan bisa didapat kalau kita sudah meninggal.
Sindu : kalau udah konflik spt itu, kemana ya Tuhannya bro ? Masak gak lihat umatnya bertikai ? Mungkin Tuhannya bingung mau bela siapa. HAbis, sesama pihak yang bertikai sama-sama teriak nama Tuhan sih. Ngomong-ngomong, syarat masuk surga itu seperti apa ?
Slim : Harus beriman kepada Tuhanku bro. Dan tidak boleh menyembah selain Tuhanku.
Sindu : Apakah aku bisa dijamin masuk surga kalau aku masuk agamamu ? Mana yang lebih penting iman atau kelakuan baik ?
Slim : Jamin dong. KArena itu janji Tuhanku. Iman jauh lebih penting dari segalanya.
Sindu : Wow…walaupun kelakuanku jahat tetap akan masuk sorga ?
Slim : Masuk neraka dulu bro, habis itu dapat surga. Karena itu adalah janji Tuhanku.
Sindu : Wow Keren sekali. Orang jahat bisa ngumpul dan duduk bareng ama orang yang baik. Berarti hasil akhir yang didapat oleh orang jahat dan orang yang baik sama aja bro. Gak kecewa nanti yang berbuat baik? toh juga hasilnya sama? Bukankah dengan adanya jaminan asal beriman akan masuk sorga, membuat orang-orang tidak takut berbuat kejahatan ?
Slim : he hehe. Kita nunggu kiamat dulu baru nanti pengadilan sorga neraka akan di buka. Biarkan nanti Tuhan yang mengadili. Itu urusan Tuhan.
Sindu : walaupun aku berbuat baik di bumi ini, tetapi aku tidak beriman di agamamu, apakah bisa masuk surga ?
Slim : Jelas Tidak bisalah. Surga itu udah di kontrak ama Tuhanku. Dan orang Kafir / orang diluar agamaku tidak berhak akan surga. KAfir tempatnya di neraka aja. Surga hanya tempat orang-orang beriman seperti aku.
Sindu : Fir,,,,fir,,,fir,,,,oh nasibmu kelam banget. Tuhan sepertinya hanya berpihak pada agama tertentu saja. Yang aku tidak mengerti, kenapa Tuhan menciptakan kafir, apa sulitnya kalau Tuhanmu memang maha kuasa untuk membuat kafir itu beriman ? Lalu kenapa orang-orang yang dikatakan beriman saling baku bunuh tiada hentinya ? Oh calon penghuni surga….. sungguh aku bingung- sangat bingung…….kalau kamu tidak bisa jawab, aku akan tanya sama rumput yang bergoyang …..du du du duuuu,,,,,oooooooo,,,,,,,du du du,,,,ooooooo
Slim : Ah,,,yang baku bunuh itu Cuma agama di KTP aja,,,tidak bener-bener beriman. Yang begituan nanti masuk neraka aja.
Sindu : Lho tadi katanya asal masuk agamamu jamin masuk surga, sekarang kalau kelakuannya kaya gitu, akan masuk neraka. Yang paling penting mana sih syarat masuk surga ? beriman atau kelakuan baik?
Slim : aku bingung dah….yang jelas orang yang beriman pasti kelakuannya baik.
Sindu : apakah orang-orang yang dikatakan teroris itu tidak beriman ? jangan salah lho, dia merasa jauh lebih beriman daripada kamu. Dia menunjukan dirinya rela mati demi membela agama ? kamu berani gak ? kalau gak berani itu buktinya kalau mereka itu merasa lebih beriman daripada kamu.
Slim:…..arahhhhhh…..lama-lama kamu bikin aku botak bro. Aku sekarang balik nanya. di Agamamu percaya gak adanya surga dan naraka ? lalu apa tujuan agamamu ?
Sindu : Yah,,,,jelas percaya dong. Kata surga dan neraka itu berasal dari bahasa sansekerta/ bahasa dalam kitab Weda. Tapi sayang, itu bukan tujuan kami. Itu hanya tempat sementara untuk menjalani proses kehidupan berulang-ulang. Tujuan kami adalah moksa. Bukan disisi Tuhan, tapi menyatu dengan Tuhan. Namun sebelum kami mencapai tujuan akhir tersebut, kami harus mencapai Moksa di bumi ini dulu / kebahagiaan duniawi yang disebut dengan Jiwatman Mukti. Perbuatan baiklah yang nantinya mengantarkan kami menuju Moksa melalui kelahiran kami secara berulang-ulang.
Slim : berarti hidup bukan sekali bro ?
Sindu : Ya nanti aku jelaskan di lain waktu. Tentang kelahiran berulang-ulang. Kita focus hanya surga dan neraka.
Slim : Apa indahnya menyatu dengan Tuhan, lebih indah dari surga ?
Sindu : Yahhh,,,,kalau kamu percaya Tuhan adalah sumber dari segalanya termasuk sumber keindahan dan kenikmatan, jelas enakan menyatulah. Menyatu ama istrimu kan lebih nikmat ketimbang hanya melototin aja…xi…xi,,,xi,,xi,,,,,,
Slim : Syarat untuk bisa moksa gimana bro ?
Sindu : syaratnya hanya berbuat baik di setiap kehidupan. Menjalankan Tri Kaya Parisudha . Berfikir, berkata dan berbuat baik. Kalau dah bisa spt itu, agama itu gak penting. Karena aku sadar aku belum mampu berbuat baik , makanya aku butuh pengetahuan dari agama yang disebut dengan Weda. Agamaku gak menuntut seseorang harus mengetahui isi dari Weda, Agamaku tidak ada ancaman neraka kalau tidak percaya akan Weda. Ibaratnya Agama hanya sebagai penerang dan penuntun dalam kegelapan. Jika kamu sudah bisa merasakan antara gelap dan terang adalah sama, agama itu gak perlu.
Slim : Bener gak ada janji manis surga atau ancaman neraka di agamamu ?
Sindu : Yah,,,,gak percaya. Coba aja kamu mendidik anak-anakmu dengan segala ancaman. Kamu siapkan gergaji, palu, dan cambuk. Lalu ancamlah anak-anakmu dengan benda2 itu setiap kali ia nakal. Apakah anak itu akan tumbuh memiliki kepribadian yang baik ??? atau kamu mendidik anak2mu dengan mengumbar janji-janji. Agar ia mau melakukan sesuatu, kamu selalu menjanjikannya. Aku jamin anak-anakmu akan tumbuh menjadi pribadi yang tamak dan malas. Hanya mau berkerja kalau lihat hasil Bukan berkarya dengan kesadaran.
Slim : Ya ya ,,,aku sudah mulai paham,,,,ternyata ada tujuan yang lebih tinggi daripada sekedar surga. Aku baru sadar dan tau surga tidak ubahnya seperti pemuasan sang tubuh. Sang tubuh butuh segala kenikmatan spt yang ada di dunia ini. Tapi sang jiwa sepertinya tidak membutukan itu. Oke aku sudah ngantuk…..lain kali sambung kembali. Trima kasih……
Sumber :
Slim : Bertanya ape ? Jangan yang ruwet-ruwet ya. Capek mikirnya.
Sindu : Santai aja. Sambil ngopi. Oh Ya apa tujuan agamamu kawan ?
Slim : SURGAAAAAAAAAAAA……
Sindu : gak usah buka mulut terlalu lebar kawan, tar kemasukan lalat. Ooo Surga. hemmmm. Boleh ceritakan surge itu seperti apa ?
Slim :Dalam kitabku tertulis Adalah sebuah tempat yang paling indah, indaaaahhhhh sekali. Dan berada di sisi Tuhan. Alamnya yang hijau, sungainya berliku nan jernih , orangnya ramah-ramah, wanitanya cantik-cantik . Prianya ganteng-ganteng, berlimpah makanan yang enak-enak.
Sindu : wow ,,,,keren sekali mas Bro…..Kira-kira di bumi ini tempat seperti itu mirip dimana ya ??? apakah di Eropa, di Timur Tengah atau di Nusantara kita ini ?
Slim : Kayaknya sih di Nusantara kita bro…Nusantara kita ini memang Indah. …Aku bangga ama nusantaraku.
Sindu : Lalu ceritakanlah neraka itu wahai …sang ahli kitab!!!
Slim : Neraka adalah dimana sebuah tempat yang amat buruk. Tandus, kering, bebatuan, susah air, para penjahat berkumpul. Tempat orang di siksa, di rajam, di gantung, di bakar, mirip seperti penjara. Saling bunuh, saling sikat, pemerkosaan dimana-mana.
Sindu : wow,,,,serammmm….Kira kira tempat itu kalau di bumi mirip dimana ya ? Apakah di Eropa, di Nusantara ini, atau di Timur Tengah?
Slim : mmmmmm…..kayaknya sih mirip Timur tengah bro…..disana gak pernah damai soalnya. Orang sembahyang aja bisa di bom.
Sindu : he he he mungkin itu sebabnya ya, penduduk disana sampai mengungsi dan rela menaiki perahu kecil, ada yang tenggelam dalam menyebrangan untuk mencari sorga yang diceritakan dalam kitab.
Slim : bukan gitu bro. Mereka kan cari tempat yang lebih aman. Kalau surga yang sesungguhnya nanti kan bisa didapat kalau kita sudah meninggal.
Sindu : kalau udah konflik spt itu, kemana ya Tuhannya bro ? Masak gak lihat umatnya bertikai ? Mungkin Tuhannya bingung mau bela siapa. HAbis, sesama pihak yang bertikai sama-sama teriak nama Tuhan sih. Ngomong-ngomong, syarat masuk surga itu seperti apa ?
Slim : Harus beriman kepada Tuhanku bro. Dan tidak boleh menyembah selain Tuhanku.
Sindu : Apakah aku bisa dijamin masuk surga kalau aku masuk agamamu ? Mana yang lebih penting iman atau kelakuan baik ?
Slim : Jamin dong. KArena itu janji Tuhanku. Iman jauh lebih penting dari segalanya.
Sindu : Wow…walaupun kelakuanku jahat tetap akan masuk sorga ?
Slim : Masuk neraka dulu bro, habis itu dapat surga. Karena itu adalah janji Tuhanku.
Sindu : Wow Keren sekali. Orang jahat bisa ngumpul dan duduk bareng ama orang yang baik. Berarti hasil akhir yang didapat oleh orang jahat dan orang yang baik sama aja bro. Gak kecewa nanti yang berbuat baik? toh juga hasilnya sama? Bukankah dengan adanya jaminan asal beriman akan masuk sorga, membuat orang-orang tidak takut berbuat kejahatan ?
Slim : he hehe. Kita nunggu kiamat dulu baru nanti pengadilan sorga neraka akan di buka. Biarkan nanti Tuhan yang mengadili. Itu urusan Tuhan.
Sindu : walaupun aku berbuat baik di bumi ini, tetapi aku tidak beriman di agamamu, apakah bisa masuk surga ?
Slim : Jelas Tidak bisalah. Surga itu udah di kontrak ama Tuhanku. Dan orang Kafir / orang diluar agamaku tidak berhak akan surga. KAfir tempatnya di neraka aja. Surga hanya tempat orang-orang beriman seperti aku.
Sindu : Fir,,,,fir,,,fir,,,,oh nasibmu kelam banget. Tuhan sepertinya hanya berpihak pada agama tertentu saja. Yang aku tidak mengerti, kenapa Tuhan menciptakan kafir, apa sulitnya kalau Tuhanmu memang maha kuasa untuk membuat kafir itu beriman ? Lalu kenapa orang-orang yang dikatakan beriman saling baku bunuh tiada hentinya ? Oh calon penghuni surga….. sungguh aku bingung- sangat bingung…….kalau kamu tidak bisa jawab, aku akan tanya sama rumput yang bergoyang …..du du du duuuu,,,,,oooooooo,,,,,,,du du du,,,,ooooooo
Slim : Ah,,,yang baku bunuh itu Cuma agama di KTP aja,,,tidak bener-bener beriman. Yang begituan nanti masuk neraka aja.
Sindu : Lho tadi katanya asal masuk agamamu jamin masuk surga, sekarang kalau kelakuannya kaya gitu, akan masuk neraka. Yang paling penting mana sih syarat masuk surga ? beriman atau kelakuan baik?
Slim : aku bingung dah….yang jelas orang yang beriman pasti kelakuannya baik.
Sindu : apakah orang-orang yang dikatakan teroris itu tidak beriman ? jangan salah lho, dia merasa jauh lebih beriman daripada kamu. Dia menunjukan dirinya rela mati demi membela agama ? kamu berani gak ? kalau gak berani itu buktinya kalau mereka itu merasa lebih beriman daripada kamu.
Slim:…..arahhhhhh…..lama-lama kamu bikin aku botak bro. Aku sekarang balik nanya. di Agamamu percaya gak adanya surga dan naraka ? lalu apa tujuan agamamu ?
Sindu : Yah,,,,jelas percaya dong. Kata surga dan neraka itu berasal dari bahasa sansekerta/ bahasa dalam kitab Weda. Tapi sayang, itu bukan tujuan kami. Itu hanya tempat sementara untuk menjalani proses kehidupan berulang-ulang. Tujuan kami adalah moksa. Bukan disisi Tuhan, tapi menyatu dengan Tuhan. Namun sebelum kami mencapai tujuan akhir tersebut, kami harus mencapai Moksa di bumi ini dulu / kebahagiaan duniawi yang disebut dengan Jiwatman Mukti. Perbuatan baiklah yang nantinya mengantarkan kami menuju Moksa melalui kelahiran kami secara berulang-ulang.
Slim : berarti hidup bukan sekali bro ?
Sindu : Ya nanti aku jelaskan di lain waktu. Tentang kelahiran berulang-ulang. Kita focus hanya surga dan neraka.
Slim : Apa indahnya menyatu dengan Tuhan, lebih indah dari surga ?
Sindu : Yahhh,,,,kalau kamu percaya Tuhan adalah sumber dari segalanya termasuk sumber keindahan dan kenikmatan, jelas enakan menyatulah. Menyatu ama istrimu kan lebih nikmat ketimbang hanya melototin aja…xi…xi,,,xi,,xi,,,,,,
Slim : Syarat untuk bisa moksa gimana bro ?
Sindu : syaratnya hanya berbuat baik di setiap kehidupan. Menjalankan Tri Kaya Parisudha . Berfikir, berkata dan berbuat baik. Kalau dah bisa spt itu, agama itu gak penting. Karena aku sadar aku belum mampu berbuat baik , makanya aku butuh pengetahuan dari agama yang disebut dengan Weda. Agamaku gak menuntut seseorang harus mengetahui isi dari Weda, Agamaku tidak ada ancaman neraka kalau tidak percaya akan Weda. Ibaratnya Agama hanya sebagai penerang dan penuntun dalam kegelapan. Jika kamu sudah bisa merasakan antara gelap dan terang adalah sama, agama itu gak perlu.
Slim : Bener gak ada janji manis surga atau ancaman neraka di agamamu ?
Sindu : Yah,,,,gak percaya. Coba aja kamu mendidik anak-anakmu dengan segala ancaman. Kamu siapkan gergaji, palu, dan cambuk. Lalu ancamlah anak-anakmu dengan benda2 itu setiap kali ia nakal. Apakah anak itu akan tumbuh memiliki kepribadian yang baik ??? atau kamu mendidik anak2mu dengan mengumbar janji-janji. Agar ia mau melakukan sesuatu, kamu selalu menjanjikannya. Aku jamin anak-anakmu akan tumbuh menjadi pribadi yang tamak dan malas. Hanya mau berkerja kalau lihat hasil Bukan berkarya dengan kesadaran.
Slim : Ya ya ,,,aku sudah mulai paham,,,,ternyata ada tujuan yang lebih tinggi daripada sekedar surga. Aku baru sadar dan tau surga tidak ubahnya seperti pemuasan sang tubuh. Sang tubuh butuh segala kenikmatan spt yang ada di dunia ini. Tapi sang jiwa sepertinya tidak membutukan itu. Oke aku sudah ngantuk…..lain kali sambung kembali. Trima kasih……
Sumber :
MEMILIH JURU SELAMAT
Sindu : Pagi Bro….olah raga bersepeda yuk.
Kris : Sory Bro,, Ini kan hari minggu, aku mau menghadap Bapa dulu.
Sindu : Bapa mu kan ada di Timor sana ??? berangkat jauh dong kamu sekarang?
Kris : ha ha ha,,,maksudku aku mau sembahyang. Bapa itu Tuhanku. Tuhan Bapa ngerti ora son ?
Sindu : ha ha ha,,,, kirain mau ketemu ama Bapa kandungmu,,,,Apa tar gak ketemu ama Tuhan Mama juga ?
Kris : maksod loe ???
Sindu : Ada Tuhan Bapa pasti ada Tuhan Mama. Ya Kan?
Kris : Ha ha ha ,,,,kamu, pagi-pagi dah bercanda. Emang Tuhan berjenis kelamin Pria dan wanita?
Sindu : Buktinya kamu kasi nama Bapa.
Kris : Daripada kamu kasi nama Tuhan dengan sebutan “Om” om itu kan paman . Mana lebih dekat Bapa atau Om?? xi,,xi,,,xi,,,
Sindu : tapi ada yang lebih jauh bro ?
Kris :nah yang ini aku tau nih sssssttttt jangan keras-keras. Mumpung dia lagi gak ikut. Tuhannya si Slim bro…. Manggilnya harus pakai speaker/ Toa. Jauh soalnya,,,,ha ha ha ha ha . ngomong-ngomong ngopi dulu yuk.
Sindu : Ayo Bro,,,
Kris : Taukah kamu kawan, Umat Hindu di Bali kini udah banyak pindah keyakinan. Terutama beberapa desa kini sudah menjadi pemeluk keyakinanku. Ada banyak tempat-tempat ibadah sudah didirikan di Pulau ini bahkan udah sampai di kaki gunung. Keyakinanku sekarang masuk lewat budaya. Mulai dari arsitektur tempat ibadah, pakaian adat, nyanyian atau kidung, gambelan atau music, penjor dan ornament-ornamen lainnya tetap dipakai ketika orang tersebut masuk agamaku. Kesimpulannya keyakinanku berkembang sangat pesat.
Sindu : Oh Ya. Bagus dong. Semakin banyak ada keyakinan semakin baik. Karena akan timbul rasa ingin mempelajari lebih dalam dari masing-masing keyakinan itu. Bagi yang tetap bertahan, meraka akan berusaha memperbaiki tatanan dan merubah hal-hal kuno yang sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman. Bagiku gak penting kuantitas, yang penting adalah kualitas. Lebih baik kecil secara jumlah namun besar secara kualitas.
Kris : kamu gak marah Ndu umatmu banyak yang pindah ? Bukankah aku sering mendengar kalau semua agama adalah sama ?
Sindu : Kenapa aku musti marah? Tidak ada yang kekal di alam ini kecuali Beliau, termasuk jumlah pemeluk agama. Sekarang banyak, nanti bisa sedikit dan sebaliknya. Seperti di Eropa, banyak dilaporkan tempat2 ibadah semakin sepi bahkan ada tempat ibadah sudah di pakai umat lain karena tidak terpakai. Ya Betul semua agama adalah sama, dan semua agama adalah tidak sama. Samanya dimana ? tidak ada umat agama manapun yang tidak luput dari penderitaan, kemiskinan, sakit, tua, musibah,kematian. Setiap pemeluk agama juga pasti ada yang gembira, kaya, maju, bahagia dll. Kalau ada sebuah agama dimana kalau masuk agama tersebut dipastikan bisa hidup kaya, baik, sejahtera dan bahagia, tanpa penderitaan, saya kira agama itu tidak perlu pendakwah / penceramah atau misionaris yang selalu berupaya mencari pengikut. Pasti orang akan berbondong-bondong masuk agama tersebut.
Kris : bukankah yang dimaksud semua agama adalah sama, artinya setiap agama itu mengajarkan nilai-nilai kebaikan atau moralitas ?
Sindu : Ya Bro,,,baik itu sifatnya relative kawan, Aturan agama A cocok ditempat itu, namun belum tentu cocok di tempat ini. Misalnya hukuman Rajam, cambuk, gantung, atau potong anggota badan cocok disana, belum tentu aturan itu cocok untuk disini. Mungkin orang-orang disana cocok untuk diberikan janji-janji yang banyak seperti janji surga, dan ancaman-ancaman neraka tapi itu belum tentu cocok untuk mendidik moral masyarakat disini. Apalagi mempertontonkan kekerasan dan penyiksaan orang yang disalib. Bagiku sangat merusak mental anak-anak di bawah umur.
Kris : Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti mengharapkan keselamatan. Kini Juru selamat sudah hadir menghampiri kamu, gimana kamu Ndu ? apakah kamu juga ingin diselamatkan oleh Juru selamatku ?
Sindu : Keselamatan spt apa yang di tawarkan bro ? apakah keselamatan ketika kita hidup ini atau sesudah mati ? Kalau keselamatan ketika masih hidup yang artinya dijamin tidak kena musibah, penyakit dan bisa mati tua, gue mau ikut bro ….
Kris : Ya Keselamatan di dunia dan akhirat Bro. Itu janji Beliau. Asalkan percaya ama Beliau.
Sindu : Jika bisa menjamin keselamatan di dunia, lalu kenapa banyak sekali terjadi musibah ketika orang-orang lagi melakukan kebaktian di tempat sucimu? misalnya spt tempat ibadahmu yang runtuh dan di bom oleh oknum. Itu banyak memakan korban bro. Kamu bisa cek di internet, ada banyak orang yang meninggal di tempat suci. Dimana juru selamat ketika itu ? Apakah orang-orang yang meninggal itu kurang percaya akan sang Juru selamat ? Apakah semua umatmu dijamin gak kena musibah ? Mana jaminan keselamatan itu,,,,
Kris : he he he maksudku keselamatan setelah kematian bro,,
Sindu : Jika keselamatan setelah kematian, itulah yang disebut keyakinan bro,,,aku dan kamu sama-sama tidak bisa membuktikan. Bukankah agama buat yang masih hidup? kalau dah mati, bagiku agama gak perlu.
Kris : Dalam kitab-kitabku banyak diceritakan tentang kehebatan dari sang Juru selamat. Itulah yang menyebabkan aku percaya sama beliau, karena beliaulah yang akan menebus dosa-dosa kita.
Sindu : ya memang Beliau hebat dalam kitab agamamu. Bolehkah aku menguji kehebatan beliau lewat pertanyaan2 ? tapi saya harap kamu tidak marah Kris !!! karena pertanyaanku akan sedikit liar.
Kris : Boleh boleh,,,,,santai aja,,,sambil nikmatin kopi.
Sindu : Aku mau kasi contoh : Ada 2 orang pemandu dalam pendakian ke puncak gunung. Yang satunya sudah berhasil selamat lengkap dengan bukti dan bisa menceritakan bagaimana ia selamat. Pemandu kedua meninggal, tapi ditemukan buku catatan bagaimana cara ia untuk bisa mencapai puncak. Nah sekarang kamu Kris mau mendaki gunung itu. Pemandu mana yang kamu pilih ? Apakah kamu mau dipimpin oleh orang yang sudah terbukti selamat atau percaya pada pemandu yang sudah meninggal dalam pendakian tersebut ?
Kris : ya aku lebih percaya pada pemandu yang selamat dong.
Sindu : Bagaimana kisah bisa disebut juru selamat, sedangkan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri ? Bukankah perlu kuat dulu untuk membantu yang lemah ?
Kris : Memang betul beliau disiksa kemudian di bunuh dalam penyaliban. Dan kisah beliau sangat tragis. Namun semua itu sudah tertulis dalam kitab sebelumnya dan memang itulah rencana Tuhan agar setelah kematian beliau, lalu beliau bangkit untuk menunjukan bukti bahwa beliau adalah Tuhan.
Sindu : lalu kenapa hanya bangkit sekali ? kenapa gak berkali-kali ? bukankah kita juga yang hidup saat ini membutuhkan sebuah bukti kongkrit akan kehebatan beliau ? bukankah banyak yang gak percaya bahwa beliau itu benar-benar bangkit ?
Kris : Itu kehendak Tuhan,,,he he he he argument apalagi kira-kira yang bisa menyanggah tentang Juru selamatku,,,,jamin kok aku tidak marah,,,,,
Sindu : Dengan menyajikan tontonan penyiksaan, sebenernya bukan kasih lagi yang ditunjukan melainkan sifat yang lemah dengan membiarkan manusia sebagai mahluk ciptaanya menyiksa Tuhan atau anak Tuhan dengan cara sadis. Apalagi kejadian seperti itu banyak di tonton anak-anak kecil bukankah itu sangat merusak mental mereka ?
Kris : lagi –lagi itu adalah kehendak Bapa bro,,,
Sindu : Bapa mana yang rela membiarkan anaknya disiksa dan ia diam saja ? Apalagi sang Bapa menyandang gelar Tuhan yang maha kuasa. Bukankah Bapa spt itu tidak layak di contoh oleh Ayah-ayah yang masih hidup di dunia ini ?
Kris : itu lagi –lagi kehendak Bapa Bro,,,,
Sindu : he he he he he,,,,,kalau memang benar-benar Tuhan yang disalib, seharusnya belau tidak berteriak seperti ini “ Eli-eli lama sabaktani ?” yang berarti Allahku, Allahku mengapa engkau meninggalkan Aku ?”. Mengapa Tuhan merasa ditinggalkan oleh Tuhan ? ah,,,, ini lagi : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24). (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611) 4. : “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Bukankah itu berarti misi beliau hanya untuk disana ? kenapa sekarang menyebarkan kesini bro ? Di sana aja mereka masih mayoritas penganut Yahudi sampai sekarang juga. Artinya misi beliau disana belum berhasil kawan.
Kris : ada lagi argument lain yang kau punya bro ?
Sindu : aku punya banyak sekali, tapi bagiku itu cukup karena tertalu jauh aku bercerita mungkin akan banyak pihak2 yang tersinggung. Aku perlu mengetahui sedikit tentang agama2 lain agar aku punya bekal untuk menjawab ajakan2 pindah keyakinan.
Kris : ya itu bagus,,,,begitu juga dengan aku,,,aku perlu banyak memahami agama yang kamu anut Sindu. Agar aku bisa selalu menaikan kebenaran.
Sindu : he he he,,,mari kita anggap agama2 itu mirip spt mata kuliah. Kita bebas memilih dan mempelajarinya. Bukankah kita beragama karena orang tua kita ? coba orang tua kita tidak beragama, kitapun kemungkinan 90% tidak beragama. Ngomong2 taukah kamu siapa Bapa atau Ayah yang sering disebut2 oleh Tuhan Putra oleh kitabmu kawan ?
Kris : siapa bro ?
Sindu : terserah kau percaya atau tidak. Ini ayatnya dalam agamaku, “Bhagavad-gita 14.4
Hendaknya dimengerti bahwa segala jenis kehidupan dimungkinkan oleh kelahiran di alam material ini, dan bahwa Akulah Ayah yang memberi benih, wahai putera Kunti.
Kris : haaaaaaaaaaa??? he he he he bisa saja kau……Apakah di Hindu aja Juru selamat gak ?
Sindu : Ada dong,,,,,,sinar Tuhan yang disebut sebagai Dewa Wisnu adalah juru selamatku. Tuhan dengan nama Dewa Wisnu berfungsi sebagai pemelihara segala mahluk hidup. Udah turun berkali-kali bro ke dunia ini,,,, Bukan hanya sekali,,,,keren kan ??? he he he he
Kris : Mantap juga tuh,,,yuk kita berangkat…..
Semoga bermanfaat
Sumber :
Kris : Sory Bro,, Ini kan hari minggu, aku mau menghadap Bapa dulu.
Sindu : Bapa mu kan ada di Timor sana ??? berangkat jauh dong kamu sekarang?
Kris : ha ha ha,,,maksudku aku mau sembahyang. Bapa itu Tuhanku. Tuhan Bapa ngerti ora son ?
Sindu : ha ha ha,,,, kirain mau ketemu ama Bapa kandungmu,,,,Apa tar gak ketemu ama Tuhan Mama juga ?
Kris : maksod loe ???
Sindu : Ada Tuhan Bapa pasti ada Tuhan Mama. Ya Kan?
Kris : Ha ha ha ,,,,kamu, pagi-pagi dah bercanda. Emang Tuhan berjenis kelamin Pria dan wanita?
Sindu : Buktinya kamu kasi nama Bapa.
Kris : Daripada kamu kasi nama Tuhan dengan sebutan “Om” om itu kan paman . Mana lebih dekat Bapa atau Om?? xi,,xi,,,xi,,,
Sindu : tapi ada yang lebih jauh bro ?
Kris :nah yang ini aku tau nih sssssttttt jangan keras-keras. Mumpung dia lagi gak ikut. Tuhannya si Slim bro…. Manggilnya harus pakai speaker/ Toa. Jauh soalnya,,,,ha ha ha ha ha . ngomong-ngomong ngopi dulu yuk.
Sindu : Ayo Bro,,,
Kris : Taukah kamu kawan, Umat Hindu di Bali kini udah banyak pindah keyakinan. Terutama beberapa desa kini sudah menjadi pemeluk keyakinanku. Ada banyak tempat-tempat ibadah sudah didirikan di Pulau ini bahkan udah sampai di kaki gunung. Keyakinanku sekarang masuk lewat budaya. Mulai dari arsitektur tempat ibadah, pakaian adat, nyanyian atau kidung, gambelan atau music, penjor dan ornament-ornamen lainnya tetap dipakai ketika orang tersebut masuk agamaku. Kesimpulannya keyakinanku berkembang sangat pesat.
Sindu : Oh Ya. Bagus dong. Semakin banyak ada keyakinan semakin baik. Karena akan timbul rasa ingin mempelajari lebih dalam dari masing-masing keyakinan itu. Bagi yang tetap bertahan, meraka akan berusaha memperbaiki tatanan dan merubah hal-hal kuno yang sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman. Bagiku gak penting kuantitas, yang penting adalah kualitas. Lebih baik kecil secara jumlah namun besar secara kualitas.
Kris : kamu gak marah Ndu umatmu banyak yang pindah ? Bukankah aku sering mendengar kalau semua agama adalah sama ?
Sindu : Kenapa aku musti marah? Tidak ada yang kekal di alam ini kecuali Beliau, termasuk jumlah pemeluk agama. Sekarang banyak, nanti bisa sedikit dan sebaliknya. Seperti di Eropa, banyak dilaporkan tempat2 ibadah semakin sepi bahkan ada tempat ibadah sudah di pakai umat lain karena tidak terpakai. Ya Betul semua agama adalah sama, dan semua agama adalah tidak sama. Samanya dimana ? tidak ada umat agama manapun yang tidak luput dari penderitaan, kemiskinan, sakit, tua, musibah,kematian. Setiap pemeluk agama juga pasti ada yang gembira, kaya, maju, bahagia dll. Kalau ada sebuah agama dimana kalau masuk agama tersebut dipastikan bisa hidup kaya, baik, sejahtera dan bahagia, tanpa penderitaan, saya kira agama itu tidak perlu pendakwah / penceramah atau misionaris yang selalu berupaya mencari pengikut. Pasti orang akan berbondong-bondong masuk agama tersebut.
Kris : bukankah yang dimaksud semua agama adalah sama, artinya setiap agama itu mengajarkan nilai-nilai kebaikan atau moralitas ?
Sindu : Ya Bro,,,baik itu sifatnya relative kawan, Aturan agama A cocok ditempat itu, namun belum tentu cocok di tempat ini. Misalnya hukuman Rajam, cambuk, gantung, atau potong anggota badan cocok disana, belum tentu aturan itu cocok untuk disini. Mungkin orang-orang disana cocok untuk diberikan janji-janji yang banyak seperti janji surga, dan ancaman-ancaman neraka tapi itu belum tentu cocok untuk mendidik moral masyarakat disini. Apalagi mempertontonkan kekerasan dan penyiksaan orang yang disalib. Bagiku sangat merusak mental anak-anak di bawah umur.
Kris : Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti mengharapkan keselamatan. Kini Juru selamat sudah hadir menghampiri kamu, gimana kamu Ndu ? apakah kamu juga ingin diselamatkan oleh Juru selamatku ?
Sindu : Keselamatan spt apa yang di tawarkan bro ? apakah keselamatan ketika kita hidup ini atau sesudah mati ? Kalau keselamatan ketika masih hidup yang artinya dijamin tidak kena musibah, penyakit dan bisa mati tua, gue mau ikut bro ….
Kris : Ya Keselamatan di dunia dan akhirat Bro. Itu janji Beliau. Asalkan percaya ama Beliau.
Sindu : Jika bisa menjamin keselamatan di dunia, lalu kenapa banyak sekali terjadi musibah ketika orang-orang lagi melakukan kebaktian di tempat sucimu? misalnya spt tempat ibadahmu yang runtuh dan di bom oleh oknum. Itu banyak memakan korban bro. Kamu bisa cek di internet, ada banyak orang yang meninggal di tempat suci. Dimana juru selamat ketika itu ? Apakah orang-orang yang meninggal itu kurang percaya akan sang Juru selamat ? Apakah semua umatmu dijamin gak kena musibah ? Mana jaminan keselamatan itu,,,,
Kris : he he he maksudku keselamatan setelah kematian bro,,
Sindu : Jika keselamatan setelah kematian, itulah yang disebut keyakinan bro,,,aku dan kamu sama-sama tidak bisa membuktikan. Bukankah agama buat yang masih hidup? kalau dah mati, bagiku agama gak perlu.
Kris : Dalam kitab-kitabku banyak diceritakan tentang kehebatan dari sang Juru selamat. Itulah yang menyebabkan aku percaya sama beliau, karena beliaulah yang akan menebus dosa-dosa kita.
Sindu : ya memang Beliau hebat dalam kitab agamamu. Bolehkah aku menguji kehebatan beliau lewat pertanyaan2 ? tapi saya harap kamu tidak marah Kris !!! karena pertanyaanku akan sedikit liar.
Kris : Boleh boleh,,,,,santai aja,,,sambil nikmatin kopi.
Sindu : Aku mau kasi contoh : Ada 2 orang pemandu dalam pendakian ke puncak gunung. Yang satunya sudah berhasil selamat lengkap dengan bukti dan bisa menceritakan bagaimana ia selamat. Pemandu kedua meninggal, tapi ditemukan buku catatan bagaimana cara ia untuk bisa mencapai puncak. Nah sekarang kamu Kris mau mendaki gunung itu. Pemandu mana yang kamu pilih ? Apakah kamu mau dipimpin oleh orang yang sudah terbukti selamat atau percaya pada pemandu yang sudah meninggal dalam pendakian tersebut ?
Kris : ya aku lebih percaya pada pemandu yang selamat dong.
Sindu : Bagaimana kisah bisa disebut juru selamat, sedangkan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri ? Bukankah perlu kuat dulu untuk membantu yang lemah ?
Kris : Memang betul beliau disiksa kemudian di bunuh dalam penyaliban. Dan kisah beliau sangat tragis. Namun semua itu sudah tertulis dalam kitab sebelumnya dan memang itulah rencana Tuhan agar setelah kematian beliau, lalu beliau bangkit untuk menunjukan bukti bahwa beliau adalah Tuhan.
Sindu : lalu kenapa hanya bangkit sekali ? kenapa gak berkali-kali ? bukankah kita juga yang hidup saat ini membutuhkan sebuah bukti kongkrit akan kehebatan beliau ? bukankah banyak yang gak percaya bahwa beliau itu benar-benar bangkit ?
Kris : Itu kehendak Tuhan,,,he he he he argument apalagi kira-kira yang bisa menyanggah tentang Juru selamatku,,,,jamin kok aku tidak marah,,,,,
Sindu : Dengan menyajikan tontonan penyiksaan, sebenernya bukan kasih lagi yang ditunjukan melainkan sifat yang lemah dengan membiarkan manusia sebagai mahluk ciptaanya menyiksa Tuhan atau anak Tuhan dengan cara sadis. Apalagi kejadian seperti itu banyak di tonton anak-anak kecil bukankah itu sangat merusak mental mereka ?
Kris : lagi –lagi itu adalah kehendak Bapa bro,,,
Sindu : Bapa mana yang rela membiarkan anaknya disiksa dan ia diam saja ? Apalagi sang Bapa menyandang gelar Tuhan yang maha kuasa. Bukankah Bapa spt itu tidak layak di contoh oleh Ayah-ayah yang masih hidup di dunia ini ?
Kris : itu lagi –lagi kehendak Bapa Bro,,,,
Sindu : he he he he he,,,,,kalau memang benar-benar Tuhan yang disalib, seharusnya belau tidak berteriak seperti ini “ Eli-eli lama sabaktani ?” yang berarti Allahku, Allahku mengapa engkau meninggalkan Aku ?”. Mengapa Tuhan merasa ditinggalkan oleh Tuhan ? ah,,,, ini lagi : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24). (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611) 4. : “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Bukankah itu berarti misi beliau hanya untuk disana ? kenapa sekarang menyebarkan kesini bro ? Di sana aja mereka masih mayoritas penganut Yahudi sampai sekarang juga. Artinya misi beliau disana belum berhasil kawan.
Kris : ada lagi argument lain yang kau punya bro ?
Sindu : aku punya banyak sekali, tapi bagiku itu cukup karena tertalu jauh aku bercerita mungkin akan banyak pihak2 yang tersinggung. Aku perlu mengetahui sedikit tentang agama2 lain agar aku punya bekal untuk menjawab ajakan2 pindah keyakinan.
Kris : ya itu bagus,,,,begitu juga dengan aku,,,aku perlu banyak memahami agama yang kamu anut Sindu. Agar aku bisa selalu menaikan kebenaran.
Sindu : he he he,,,mari kita anggap agama2 itu mirip spt mata kuliah. Kita bebas memilih dan mempelajarinya. Bukankah kita beragama karena orang tua kita ? coba orang tua kita tidak beragama, kitapun kemungkinan 90% tidak beragama. Ngomong2 taukah kamu siapa Bapa atau Ayah yang sering disebut2 oleh Tuhan Putra oleh kitabmu kawan ?
Kris : siapa bro ?
Sindu : terserah kau percaya atau tidak. Ini ayatnya dalam agamaku, “Bhagavad-gita 14.4
Hendaknya dimengerti bahwa segala jenis kehidupan dimungkinkan oleh kelahiran di alam material ini, dan bahwa Akulah Ayah yang memberi benih, wahai putera Kunti.
Kris : haaaaaaaaaaa??? he he he he bisa saja kau……Apakah di Hindu aja Juru selamat gak ?
Sindu : Ada dong,,,,,,sinar Tuhan yang disebut sebagai Dewa Wisnu adalah juru selamatku. Tuhan dengan nama Dewa Wisnu berfungsi sebagai pemelihara segala mahluk hidup. Udah turun berkali-kali bro ke dunia ini,,,, Bukan hanya sekali,,,,keren kan ??? he he he he
Kris : Mantap juga tuh,,,yuk kita berangkat…..
Semoga bermanfaat
Sumber :
HINDU RUMIT, DAN MENYOGOK TUHAN ?
Kris : Pagi Bro Sindu…Sibuk sekali kamu menyiapkan hari Raya
Galungan . Tapi asyik juga aku lihat lagi bakar Babi…… Kalau di agamaku
sangat simple, paling Cuma nyanyi-nyanyi aja.
Slim : Ya Ndu,,,kamu sibuk sekali kelihatannya. Di agamaku juga simple. Kalau hari raya, cukup sembahyang aja di tempat suci. Gak perlu pakai sarana ribet-ribet. Gak perlu nyiapin buah-buahan , gak perlu sibuk cari janur untuk buat upakara, gak perlu repot-repot cari bunga dan hal2 yang membuat kita menjadi “pusing pala berbie”.
Sindu : Yah memang seperti inilah di agamaku. Ada beberapa ritual yang wajib aku jalankan.
Kris : Untuk apa beragama ribet bro ? bukankah agama bertujuan untuk mempermudah hidup? kalau kamu dipersulit, tinggalin aja yang seperti itu. Itu Kuno.
Slim : Ya betul. Apakah Tuhan butuh makanan itu ? yang kamu haturkan itu apa nantinya dimakan sama Tuhanmu ? Apakah kamu sedang menyogok Tuhanmu agar mendapatkan sesuatu ? Apa emang ada perintah dari Tuhanmu untuk menyiapkan segalanya ?
Sindu : Bagiku menyiapkan ini untuk hari besar bukanlah hal yang ribet dan rumit. Tuhan menciptakan kehidupan ini dengan dasar yadnya atau penuh pengorbanan dan sangat rumit untuk dipelajari. Jadi bisa menghaturkan yang sedikit rumit adalah kebanggaanku sebagai manusia yang bisa berkreasi maksimal untuk Beliau.
Kris : haruskah kamu mengadakan persembahan itu ?
Sindu : Gini bro…tidak ada kata harus dalam agamaku. Yang terpenting adalah kesadaran. Mari kita ibaratkan dulu Tuhan itu sebagai orang Tua dan kita sebagai anaknya. ketika kita masih kecil, kita menganggap orang tua kita sebagai tempat meminta dan memohon segala kebutuhan. Gak dikasi ngambek dan nangis. Sepertinya orang tua harus menuruti segala kemauan kita. Tapi setelah beranjak dewasa, kita sebagai anak akan mulai berfikir bagaimana caranya agar bisa memberikan sesuatu kepada Orang tua kita. Meskipun barangkali orang tua kita tidak membutuhkan pemberian dari kita. Tapi bukan nilai materi pemberiaan itu yang akan dilihat oleh orang tua kita, melainkan perhatian dan ketulusan sang anak.
Slim : Bukankah semua agama bersepakat bahwa Tuhan itu maha pemurah ? dan hanya kepadanya tempat kita meminta ?
Sindu : Betul Slim . Orang yang beragamanya belum dewasa, menganggap Tuhan adalah bapak penyedia segala kebutuhan manusia. Karena itu ia memandang Tuhan sebagai “order supplier” dan tidak lebih dari itu. Berbeda dengan orang yang beragamanya dewasa, menganggap Tuhan tidak sekedar penyedia layanan dan jasa. Ia mulai berfikir untuk memberikan sesuatu sebagai symbol pertukaran kasih antara dirinya dengan Tuhan. Ia tahu betul bahwa Tuhan tidak membutuhkan semua pemberiannya itu, tapi ketulusan dan bhaktilah yang dilihat oleh Tuhan.
Kris : Apakah jalan untuk Bhakti pada Tuhan hanya melalui persembahan-persembahan itu saja ?
Sindu : Tuhan maha tak terbatas. Begitupun cara berbakti kita padaNya tak terbatas juga. HAnya saja manusia adalah mahluk yang terbatas. Menurut ilmu psikologi dari Barat, manusia dikelompokan dalam 4 karakter saja antara lain : Koleris, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis. Begitu juga Hindu mengelompokan menjadi 4 bagian sesuai karakter manusia itu sendiri. Ada, Karma Yoga : Bakti dengan tindakan kerja keras, mengarahkan, dan tenaga. Bhakti Yoga ; dengan ritual-ritual yang meriah, gambelan dan nyanyian. Jnana Yoga ; adalah bakti dengan mempelajari kitab-kitab dan mengupas makna yang terkandung di dalamnya. Raja Yoga adalah bhakti dengan kesederhanaan,apa adanya bahkan tanpa sarana sesuai dengan karakter sang Plegmatis.
Slim : dari penjelasan si Sindu agama kita kok jadinya mirip seperti anak kecil yang selalu meminta aja …he he he he
Sindu : he he he wajar dong, karena disana terlalu banyak obral janji. Jadinya si anak manja,,,,,bisanya minta aja tanpa melakukan “pertukaran kasih” .
Kris : wah kalau gitu agamaku tergolong dalam Bhakti Yoga , karena banyak nyanyinya…..
Slim : mirip di Taman Kanak Kanak ya,,,,,makin kenceng nyanyinya makin bagusssss
Sindu : ssstttttt jangan saling menghina. Nenek bilang itu berbahaya.
Kris : Ndu,,,gimana cara mengukur atau melihat seseorang Hindu yang bisa disebut berbakti pada Tuhan?????
Sindu : simple bro. Hanya dengan mamahami tanda ini ( +) tanda plus . Cukup gak ruwet2.
Kris : Lho itu kan lambang agama gue ? ngapain loe bawa-bawa segala ke dalam pengertian agamamu ?
Sindu : Lho itu kan lambang di Hindu sejak jaman dahulu kala ? belum tau ya ?? ada dua garis vertical dan Horizontal. Disebut dengan tapak dara. Seperti tapak kaki burung dara. Dunia udah mengakui keyakinanku lebih dulu lahir dari yang lain. Jadi gak mungkin yang duluan niru yang belakangan. he he he
Kris : Coba jelaskan sekarang tanda plus itu yang berkaitan dengan bhakti ?
Sindu : Ada 5 point atau titik yang harus di capai agar bisa disebut Bhakti pada Tuhan dalam hal ini disebut dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Brahman. Intinya adalah pengorbanan secara tulus iklas. Garis ke atas adalah Dewa Yadnya . Bhakti dan pengorbanan pada para Dewa atau sinar suci Tuhan. Kalau Cuma rajin sembahyang dan berupakara di pura, itu baru satu point bro. Jangan kira diri kita sudah paling tau akan Hyang Widhi. Hyang Widhi itu luas cakupannya.
Slim : berarti orang yang rajin sembahyang dan berupacara belum tentu dikatakan dekat atau memahami Tuhan ? masih ada 4 point sebagai tolak ukurnya ya ???
Sindu : ya itu baru satu. ke dua adalah Garis Vertikal kesamping kanan adalah Rsi Yadnya. Yaitu bakti dan pengorbanan pada para guru suci. Karena beliaulah kita bisa memahami nilai-nilai luhur dalam kehidupan. jadi biasakan memberi sesuatu kepada para pemuka agama kita. Garis Vertikal ke kiri adalah Pitra Yadnya. Yaitu Bhakti kita pada para leluhur. Tuhan menciptakan kita melalui para leluhur ini. Bukan sim salabim tiba-tiba kita nongol. Garis ke bawah, Yaitu Bhuta Yadnya. Pengorbanan dan Bhakti pada alam, tumbuhan , hewan dan segala mahluk hidup yang ada di bumi ini. Yang terakhir adalah titik yang ditengah yaitu Manusia Yadnya adalah Bhakti dan melakukan pengorbanan pada sesama manusia tanpa memandang suku, agama dan Ras. Disamping itu adalah bhakti terhadap diri sendiri baik jiwa maupun raga. Kalau baik hanya pada umat seiman, itu belum sempurna kawan.Jika bisa melakukan ke-5 point di atas secara seimbang, barulah dikatakan orang ini memiliki spiritual yang bagus. Ke-5 point itu dilakukan secara sekala dan niskala. Secara niskala dengan serangkaian upacara/ ritual dan secara sekala adalah dengan action/ tindakan. Dan orang spt inilah yang paling layak disebut dengan penekun spiritual dan Bhakti pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Slim : Luar biasaaaaa…..he he he he aku Cuma baru rajin sembahyang bro,,,lihat jidat gue sampai hitam kepentok lantai,,,,tapi belum bisa merawat alam,,xi,,xi,,,xi,,,berarti aku baru dapat 1 point yo,,,,mih butuh lagi 4 point lagi.
Kris : Aku juga baru hanya rajin sembahyang dan bantu sesama manusia, yang lain masih belum. Baru 2 point.
Sindu : lewat lambang plus atau tapak dara inilah kita bisa mengukur seberapa luas kita sudah memahami beliau yang tak terbatas ini. Ngomong-ngomong babinya udah matang lho…aku mau menghaturkan dulu habis itu kita makan.
Kris : ayo ayo,,,aku udah laper ne
Slim : Harammmm….
Kris : kalau seandainya kamu Slim lagi tersesat di hutan atau gurun, dan hanya ada Babi makanan satu-satunya untuk bertahan hidup gimana bro ??
Slim : ya Halal….
Kris : xi,,,,xi,,,,xi,,,xi,,,,xi,,,,,,,, anggap aja kamu lagi tersesat hari ini,,,,,,,
Sindu : he he he
Kris , Slim ; selamat Galungan ya Bro Sindu…….
Sindu : Trima kasih sobatku berdua.
Semoga bermanfaat
Sumber :
Slim : Ya Ndu,,,kamu sibuk sekali kelihatannya. Di agamaku juga simple. Kalau hari raya, cukup sembahyang aja di tempat suci. Gak perlu pakai sarana ribet-ribet. Gak perlu nyiapin buah-buahan , gak perlu sibuk cari janur untuk buat upakara, gak perlu repot-repot cari bunga dan hal2 yang membuat kita menjadi “pusing pala berbie”.
Sindu : Yah memang seperti inilah di agamaku. Ada beberapa ritual yang wajib aku jalankan.
Kris : Untuk apa beragama ribet bro ? bukankah agama bertujuan untuk mempermudah hidup? kalau kamu dipersulit, tinggalin aja yang seperti itu. Itu Kuno.
Slim : Ya betul. Apakah Tuhan butuh makanan itu ? yang kamu haturkan itu apa nantinya dimakan sama Tuhanmu ? Apakah kamu sedang menyogok Tuhanmu agar mendapatkan sesuatu ? Apa emang ada perintah dari Tuhanmu untuk menyiapkan segalanya ?
Sindu : Bagiku menyiapkan ini untuk hari besar bukanlah hal yang ribet dan rumit. Tuhan menciptakan kehidupan ini dengan dasar yadnya atau penuh pengorbanan dan sangat rumit untuk dipelajari. Jadi bisa menghaturkan yang sedikit rumit adalah kebanggaanku sebagai manusia yang bisa berkreasi maksimal untuk Beliau.
Kris : haruskah kamu mengadakan persembahan itu ?
Sindu : Gini bro…tidak ada kata harus dalam agamaku. Yang terpenting adalah kesadaran. Mari kita ibaratkan dulu Tuhan itu sebagai orang Tua dan kita sebagai anaknya. ketika kita masih kecil, kita menganggap orang tua kita sebagai tempat meminta dan memohon segala kebutuhan. Gak dikasi ngambek dan nangis. Sepertinya orang tua harus menuruti segala kemauan kita. Tapi setelah beranjak dewasa, kita sebagai anak akan mulai berfikir bagaimana caranya agar bisa memberikan sesuatu kepada Orang tua kita. Meskipun barangkali orang tua kita tidak membutuhkan pemberian dari kita. Tapi bukan nilai materi pemberiaan itu yang akan dilihat oleh orang tua kita, melainkan perhatian dan ketulusan sang anak.
Slim : Bukankah semua agama bersepakat bahwa Tuhan itu maha pemurah ? dan hanya kepadanya tempat kita meminta ?
Sindu : Betul Slim . Orang yang beragamanya belum dewasa, menganggap Tuhan adalah bapak penyedia segala kebutuhan manusia. Karena itu ia memandang Tuhan sebagai “order supplier” dan tidak lebih dari itu. Berbeda dengan orang yang beragamanya dewasa, menganggap Tuhan tidak sekedar penyedia layanan dan jasa. Ia mulai berfikir untuk memberikan sesuatu sebagai symbol pertukaran kasih antara dirinya dengan Tuhan. Ia tahu betul bahwa Tuhan tidak membutuhkan semua pemberiannya itu, tapi ketulusan dan bhaktilah yang dilihat oleh Tuhan.
Kris : Apakah jalan untuk Bhakti pada Tuhan hanya melalui persembahan-persembahan itu saja ?
Sindu : Tuhan maha tak terbatas. Begitupun cara berbakti kita padaNya tak terbatas juga. HAnya saja manusia adalah mahluk yang terbatas. Menurut ilmu psikologi dari Barat, manusia dikelompokan dalam 4 karakter saja antara lain : Koleris, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis. Begitu juga Hindu mengelompokan menjadi 4 bagian sesuai karakter manusia itu sendiri. Ada, Karma Yoga : Bakti dengan tindakan kerja keras, mengarahkan, dan tenaga. Bhakti Yoga ; dengan ritual-ritual yang meriah, gambelan dan nyanyian. Jnana Yoga ; adalah bakti dengan mempelajari kitab-kitab dan mengupas makna yang terkandung di dalamnya. Raja Yoga adalah bhakti dengan kesederhanaan,apa adanya bahkan tanpa sarana sesuai dengan karakter sang Plegmatis.
Slim : dari penjelasan si Sindu agama kita kok jadinya mirip seperti anak kecil yang selalu meminta aja …he he he he
Sindu : he he he wajar dong, karena disana terlalu banyak obral janji. Jadinya si anak manja,,,,,bisanya minta aja tanpa melakukan “pertukaran kasih” .
Kris : wah kalau gitu agamaku tergolong dalam Bhakti Yoga , karena banyak nyanyinya…..
Slim : mirip di Taman Kanak Kanak ya,,,,,makin kenceng nyanyinya makin bagusssss
Sindu : ssstttttt jangan saling menghina. Nenek bilang itu berbahaya.
Kris : Ndu,,,gimana cara mengukur atau melihat seseorang Hindu yang bisa disebut berbakti pada Tuhan?????
Sindu : simple bro. Hanya dengan mamahami tanda ini ( +) tanda plus . Cukup gak ruwet2.
Kris : Lho itu kan lambang agama gue ? ngapain loe bawa-bawa segala ke dalam pengertian agamamu ?
Sindu : Lho itu kan lambang di Hindu sejak jaman dahulu kala ? belum tau ya ?? ada dua garis vertical dan Horizontal. Disebut dengan tapak dara. Seperti tapak kaki burung dara. Dunia udah mengakui keyakinanku lebih dulu lahir dari yang lain. Jadi gak mungkin yang duluan niru yang belakangan. he he he
Kris : Coba jelaskan sekarang tanda plus itu yang berkaitan dengan bhakti ?
Sindu : Ada 5 point atau titik yang harus di capai agar bisa disebut Bhakti pada Tuhan dalam hal ini disebut dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Brahman. Intinya adalah pengorbanan secara tulus iklas. Garis ke atas adalah Dewa Yadnya . Bhakti dan pengorbanan pada para Dewa atau sinar suci Tuhan. Kalau Cuma rajin sembahyang dan berupakara di pura, itu baru satu point bro. Jangan kira diri kita sudah paling tau akan Hyang Widhi. Hyang Widhi itu luas cakupannya.
Slim : berarti orang yang rajin sembahyang dan berupacara belum tentu dikatakan dekat atau memahami Tuhan ? masih ada 4 point sebagai tolak ukurnya ya ???
Sindu : ya itu baru satu. ke dua adalah Garis Vertikal kesamping kanan adalah Rsi Yadnya. Yaitu bakti dan pengorbanan pada para guru suci. Karena beliaulah kita bisa memahami nilai-nilai luhur dalam kehidupan. jadi biasakan memberi sesuatu kepada para pemuka agama kita. Garis Vertikal ke kiri adalah Pitra Yadnya. Yaitu Bhakti kita pada para leluhur. Tuhan menciptakan kita melalui para leluhur ini. Bukan sim salabim tiba-tiba kita nongol. Garis ke bawah, Yaitu Bhuta Yadnya. Pengorbanan dan Bhakti pada alam, tumbuhan , hewan dan segala mahluk hidup yang ada di bumi ini. Yang terakhir adalah titik yang ditengah yaitu Manusia Yadnya adalah Bhakti dan melakukan pengorbanan pada sesama manusia tanpa memandang suku, agama dan Ras. Disamping itu adalah bhakti terhadap diri sendiri baik jiwa maupun raga. Kalau baik hanya pada umat seiman, itu belum sempurna kawan.Jika bisa melakukan ke-5 point di atas secara seimbang, barulah dikatakan orang ini memiliki spiritual yang bagus. Ke-5 point itu dilakukan secara sekala dan niskala. Secara niskala dengan serangkaian upacara/ ritual dan secara sekala adalah dengan action/ tindakan. Dan orang spt inilah yang paling layak disebut dengan penekun spiritual dan Bhakti pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Slim : Luar biasaaaaa…..he he he he aku Cuma baru rajin sembahyang bro,,,lihat jidat gue sampai hitam kepentok lantai,,,,tapi belum bisa merawat alam,,xi,,xi,,,xi,,,berarti aku baru dapat 1 point yo,,,,mih butuh lagi 4 point lagi.
Kris : Aku juga baru hanya rajin sembahyang dan bantu sesama manusia, yang lain masih belum. Baru 2 point.
Sindu : lewat lambang plus atau tapak dara inilah kita bisa mengukur seberapa luas kita sudah memahami beliau yang tak terbatas ini. Ngomong-ngomong babinya udah matang lho…aku mau menghaturkan dulu habis itu kita makan.
Kris : ayo ayo,,,aku udah laper ne
Slim : Harammmm….
Kris : kalau seandainya kamu Slim lagi tersesat di hutan atau gurun, dan hanya ada Babi makanan satu-satunya untuk bertahan hidup gimana bro ??
Slim : ya Halal….
Kris : xi,,,,xi,,,,xi,,,xi,,,,xi,,,,,,,, anggap aja kamu lagi tersesat hari ini,,,,,,,
Sindu : he he he
Kris , Slim ; selamat Galungan ya Bro Sindu…….
Sindu : Trima kasih sobatku berdua.
Semoga bermanfaat
Sumber :
DIAGAMA MANAKAH ADA AJARAN KASTA ?
Slim : Bro….kamu udah tau kan, kalau aku ini adalah pendatang baru di
pulau Dewata . Jadi aku mau minta saran dari kamu gimana aku harus
bersikap pada masyarakat di pulau ini. Maksudnya aku dengar di pulau ini
ada istilah kasta. Biar aku tidak sembarang bicara.
Kris : Ya Bro Sindu,,,,,kitorang juga dari Timor sana,,,,,biar kita juga tau bagaimana kita jaga sikap.
Sindu : he he he dimana tanah dipijak disana langit dijunjung….itu aja rumusnya.
Kris : Tanah yang dipijak sih aku ngerti bro,,,,yang aku gak ngerti gimana langit itu dijunjung ?
Slim : Ya Bro…di Bali kan ada banyak kasta, ceritakan padaku dari kasta terendah sampai kasta tertinggi.
Sindu : kasta yang terendah adalah orang-orang yang merusak dan tidak menjaga Pulau Bali ini dengan Baik. Sedangkan kasta tertinggi adalah orang yang bener2 bertindak untuk menjaga pulau ini baik dari segi budaya, agama dan alamnya. Kalau kalian ikut menjaga Bali, berarti kalian masuk kasta tertinggi. Ha ha ha
Kris : he he he ,,,,bukan itu yang kita maksud, di Bali ini kan ada kasta Ida Bagus, ada Kasta Dewa, ada Kasta Gusti ada kasta Jabo dan apalagi yah? pokoknya gitu deh. Kemarin ada karyawan Tokoku katanya ia berkasta, karena ia malas, aku bentak sedikit,,,,eh malah dia marah,,,,katanya tidak boleh berkata keras pada orang yang berkasta. ….akhirnya aku bicara pelan sekali,,,,,,aku bilang “ hari ini kamu aku pecat ya”…..
Slim : Katanya agama Hindu itu universal dan untuk semua orang, lalu kenapa agama Hindu menciptakan perbedaan atau sekat-sekat itu ? Bahkan aku dengar, hanya kasta Brahmana yang boleh tau Kitab Suci.
Kris : aku orang Timor, seandainya aku mau masuk Hindu, Aku ditempatkan di kasta apa bro ? Kalau aku dikasi masuk di kasta tertinggi, mungkin aku pertimbangkan ,,,he he he he,,,,, Ngomong-ngomong kastamu apa Sindu ?
Sindu : Aku tidak punya kasta Bro….
Slim : berarti kamu orang jabo atau Sudra ya kawan ???
Sindu : he he he,,,,dalam keyakinanku tidak mengenal kasta Bro,,,,kasta itu berasal dari Bahasa Portugal yaitu Caste yang artinya sekat,tembok atau pemisah berdasarkan kelahiran.Sedangkan kitab suciku banyak menggunakan bahasa Sansekerta. Kata Kasta dalam bahasa Sansekerta berarti Kayu. Yang ada dalam Weda adalah Varna/ Warna/ colour. Ada 4 warna sehingga disebut dengan Catur Varna. Warna yang dimaksud adalah profesi. Jadi ada 4 porfesi menurut Weda. Warna Brahmana adalah orang-orang yang memfokuskan hidupnya untuk masalah spiritual. Warna Ksatriya adalah orang yang memfokuskan hidupnya dibidang pemerintahan. Warna Wesya adalah orang yang memfokuskan hidupnya pada dunia perdagangan. Dan Warna Sudra adalah orang-orang yang memfokuskan dirinya untuk melayani dari ketiga warna di atas itu.
Kris : Jadi kasian sekali karyawan yang aku pecat itu, saat ini ia tidak punya warna lagi, alias pengangguran. ha ha ha…
Slim : Tujuan diciptakan Catur Warna dalam Weda itu apa bro Sindu? Apakah bener Weda hanya untuk golongan tertentu saja. Misalnya hanya orang Brahmana saja ?
Sindu : Profesionalitas Bro,,,,agar setiap orang bisa bertanggung jawab dan sungguh2 mengerjakan profesinya. Tidak benar Weda hanya untuk golongan tertentu. Ini Ayatnya : Yajurveda XXVI.2 menyatakan bahwa hendaknya ajaran suci Veda ini disampaikan kepada seluruh umat manusia, kepada Brahmana, Ksatria, Vaisya, Sudra bahkan kepada orang asing sekalipun.
Kris : kalau gitu warnaku berubah setiap sekian jam bro. Pagi aku cuci mobil sendiri karena tak ada pembantu. Berarti aku Sudra. Siangnya aku pergi ke toko. Berarti siangnya aku jadi Wesya. Pulang dari Toko aku menjalankan tugasku sebagai kepala lingkungan di wilayahku. aku jadi Ksatriya. Kalau malam aku baca kitab suci. Jadi malamnya aku sebagai Brahmana,,,,xi,,,xi,,xi,,xi,,xi,,,,
Slim : wakakakakakka,,,pantesan juga kulitmu kaya bunglon. belang-belang gitu bro….
Slim : Aku pernah baca di Internet, katanya kalau ada seorang Sudra yang baca kitab suci, nanti telinganya akan di cor dengan timah panas. Bener gak itu bro ?
Sindu : Ha ha ha…aku tidak tau entah apa maksud dari orang-orang memelintir ayat atau sloka-sloka dalam Veda. Sloka itu aslinya berbunyi spt ini : “Wedam upa srnwatas trapu jatubhyam srotra prati purana udaharane jihwac chedo dharane sarira bheda asana sayana wak
pathisu sama prepsur dandyah satam”
(Gotama Smerti; 12)
arti:
“Bagi warna sudra (para pekerja) yang ingin mempelajari Weda,
supaya berhasil dengan baik yakni dengan mendekatkan pendengarannya mulai dari awal pengertian-pengertian,
bahasa dan ucapannya dengan menutup pengaruh dari luar,
badan duduk dengan tenang (asana) ditempat belajar dan ucapan diulang-ulang terus menerus sampai akhir.”
Ngomong2 Ada sebuah kasta yang bener-bener menjadi cita-citaku dari dulu…
Kris : Kok kasta bisa jadi cita-cita ??? Kasta apa sih itu Bro Sindu???
Sindu : Kasta “Anak Sane Meduwe Jinah Akeh”. Artinya kasta seseorang yang punya uang banyak….ha ha ha ha .
Slim : kalau itu sih cita-citaku juga bro,,,,, Kalau gitu jelaskan asal-usul istilah kasta itu di Bali!
Sindu : Aku akan berusaha jelaskan asal-usul kata kasta tersebut. Topik yang kita bicarakan adalah topic yang sangat rentan. Tapi wajib untuk diketahui. Jadi aku akan berusaha hati-hati menjelaskan hal ini. Mula-mula di Jawa tatanan masyarakat masih murni menurut Weda yaitu tatanan menurut profesi atau “Warna”.Ketika Majapahit hendak meluaskan kerajaan dengan cita-cita menyatukan Nusantara yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya Gajahmada, maka Majapahit menundukkan Kerajaan Bali Dwipa pada abad ke-13. Para Orang-orang Majapahit membawa serta kaum elit untuk memimpin di Bali Dwipa. Kaum elit itu dinamakan Triwangsa, yaitu Brahmana, Kesatria, dan Wesya. Semua penduduk Bali-asli yang dijajah, dikelompokkan sebagai Wangsa Sudra. Tujuan politik Gajahmada adalah agar kaum Bali-asli tidak bisa eksis, sehingga kelanggengan pemerintahan Majapahit dapat berlanjut terus. Politik ini adalah bagaimana memanfaatkan ketidak tauan masyarakat akan ajaran agamanya sendiri.
Slim : kenapa juga di India hampir sama dengan di Bali ?
Sindu : Di India juga sama, catur Warna yang ada dalam Weda diplesetkan oleh Bangsa Inggris yang menjajah India di kala itu abad ke XVII (1605) . Orang-orang yang dekat dengan Pemerintahan Inggris dimasukan ke dalam Tri Wangsa dan orang umum bahkan yang tidak patuh terhadap pemerintahan Inggris disebut dengan Wangsa Sudra. Semuanya itu bertujuan politik untuk memecah belah kekuatan bangsa India di kala itu. Munculah politik bahwa hanya kaum Brahmana dan keturunannya saja yang dapat mempelajari Weda. Tujuannya adalah agar orang-orang yang dianggap sudra tidak memahami ajaran yang sebenarnya.
Kris : apakah itu wangsa ?
Sindu : Wangsa artinya keturunan. Karena dulunya belum mengenal istilah kasta, Jadi isitlah inilah yang di gunakan untuk mengetahui asal usul dari keturunan. wangsa=> atau soroh sama sperti clan atau marga seperti pada suku batak yaitu di ambil dari garis keturunan sedarah,yg bersifat difrensiasi sosial,yg tidak ada klas2 secara vertikal,tidak ada klas tinggi dan klas rendah,
Slim : Adanya nama Anak Agung, I Gusti ,Ida Bagus, I Dewa , I Gede Pasek, apakah berasal dari politik Majapahit itu ?
Sindu : saya kira kemungkinan besarnya adalah Ya. Keturunan dari Warna Brahmana pada umumnya bergelar Ida Bagus, Keturunan dari Ksatriya umumnya bergelar I Gusti atau I Dewa. Keturunan dari Wesya umamnya bergelar Pande, dan keturunan dari Warna Sudra tanpa gelar. Raja-raja Bali jaman dahulu bisa menaikkan (Wisuda) dan menurunkan (Petita)gelar seseorang atau keluarganya, berdasarkan jasa atau kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan kepada raja. Perobahan wangsa juga terjadi karena satu keluarga "nyinebang wangsa" (menyembunyikan marganya).
Kris : kalau sudah tau ajaran yang sebenarnya adalah Catur Warna, yaitu pembagian berdasarkan profesi ,lalu kenapa orang Bali khususnya orang Hindu masih mempertahankan nama-nama gelar itu ?
Sindu : Nama-nama gelar itu yang diberikan oleh leluhur orang bali, bertujuan untuk mengetahui garis keturunan dan tidak melupakan kawitan / asal-usul leluhur dan nama leluhur yang sudah berjasa pada keturunannya. Dengan berjalannya waktu, Umat Hindu khususnya di Bali akan semakin mengerti akan Catur Warna seiring mulainya era perdagangan industry yang menuntut profesionalisme. Catur Warna tidak membahas sekat tentang tinggi rendahnya derajat manusia. Catur Warna juga menegaskan bahwa antara masing-masing Warna / Profesi saling berkaitan. Aku pernah lihat tulisan di mobil Truk “ Gak ada buruh gak ada Boss”.
Slim : kenapa di Hindu kita perlu menyembah leluhur ?
Sindu : karena Tuhan menciptakan kita tidak dengan cara “ sim salabim abra kadabra jadilah manusia”. Tapi beliau menciptakan kita melalui jalan para leluhur itu. Pemujaan terhadap leluhur sujatinya untuk memahami siapa jati diri kita. Orang yang tidak memuja leluhur sangat gampang dipengaruhi oleh budaya luar sehingga sangat gampang ia tercabut dari akar budayanya.
Kris : apakah banyak masalah yang ditimbulkan akibat kurangnya pemahaman catur warna di masyakat kita ini ?
Sindu : Sudah tentu ya. Pertama adalah memudarnya ajaran Hindu yang bersifat universal. Persatuan orang Hindu pasti akan lemah. Juga masalah perkawinan sering menjadi polemic disebabkan kedua belah pihak merasa berbeda kasta ada yang merasa lebih tinggi ada yang dianggap lebih rendah. Juga sering terjadi masalah ketika ada kematian. Sehingga sulit akan tercapai pemahaman ajaran Tatwam Asi “Aku adalah kamu dan kamu adalah Aku”.
Kris : kalau aku masuk Hindu, berarti aku Warna Wesya. Aku dapat gelar gak ? Kawitan Leluhurku mana ya ???
Sindu : Karena kamu berdagang, ya Wesya. Gelarmu adalah Boss he he he. Kawitan atau leluhurmu tanyakan pada orang tuamu,,,,beliau pasti punya silsilah sehingga kamu punya nama marga.
Slim : yang paling keren dalam agamaku adalah gak ada kasta bro,,,,,jadi gak perlu pusing-pusing mikirin aku lebih tinggi kamu lebih rendah,,,,,,,ayo yang mau ikut silahkan, mumpung lagi promo di bulan ini.
Sindu : Bener gak ada kasta bro ??? perasaan ada bro ….Istilah kafir adalah untuk orang yang berada di luar agamamu. Kafir konotasinya sangat negative dan sangat rendah. Tuhan dalam agamamu seolah-olah sangat membenci kafir ini, padahal beliau sendiri katanya yang ciptakan seluruh manusia di bumi ini. Hanya orang-orang dalam agamamu yg sepertinya di muliakan dan orang kafir sepertinya layak kena musibah,,,,, bukankah itu berarti sekat/ kasta dalam agamamu ???
Slim : he he he kok kamu tau ???
Sindu : Jika saja kafir berarti adalah kebodohan atau kemiskinan, jangankan aku di Hindu, seluruh agama pasti setuju memeranginya. Aku akan angkat pedang ilmu pengetahuan untuk membasmi kebodohan dan kemiskinan itu.
Slim : he he he ,,,tapi bagi ajaranku, kalian berdua kafirnya, dan nanti jadi penghuni neraka.
Sindu : gak apa-apa gak dapat surga. KAfir adalah kaum yang berfikir. Tidak menelan mentah2 isi dari kitab suci. Kan aku dah bilang kemarin. Tujuanku moksa….bukan surga…. Bagiku di Hindu, agama-agama yang lain bukanlah saingan bukan juga menjadi targetku untuk diajak masuk Hindu. Agamaku bukan seperti MLM yang harus cari pengikut dan dapat point kalau sudah mendapatkannya. Juga tidak ada janji-janji akan surga. Semuanya adalah kesadaran. Baik yang ditanam, baikpula yang didapat.
Kris : Bagiku juga kalian berdua adalah domba2 tersesat , gak bisa masuk Surganya Bapa. ,,,,,he he he ada sebuah ayat dalam kitabku menyatakan “Tidak ada keselamatan di luar agamaku”.
Sindu : Jika ada sebuah agama yang berisi ajaran mengekslusifkan diri dan menganggap rendah pemeluk agama lain, sebenarnya agama tersebut sedang mengukuhkan dirinya memiliki ajaran “kasta”. Ayo kita jalan2 mumpung masih suasana hari raya,,,,,
Semoga Bermanfaat
Sumber :
Kris : Ya Bro Sindu,,,,,kitorang juga dari Timor sana,,,,,biar kita juga tau bagaimana kita jaga sikap.
Sindu : he he he dimana tanah dipijak disana langit dijunjung….itu aja rumusnya.
Kris : Tanah yang dipijak sih aku ngerti bro,,,,yang aku gak ngerti gimana langit itu dijunjung ?
Slim : Ya Bro…di Bali kan ada banyak kasta, ceritakan padaku dari kasta terendah sampai kasta tertinggi.
Sindu : kasta yang terendah adalah orang-orang yang merusak dan tidak menjaga Pulau Bali ini dengan Baik. Sedangkan kasta tertinggi adalah orang yang bener2 bertindak untuk menjaga pulau ini baik dari segi budaya, agama dan alamnya. Kalau kalian ikut menjaga Bali, berarti kalian masuk kasta tertinggi. Ha ha ha
Kris : he he he ,,,,bukan itu yang kita maksud, di Bali ini kan ada kasta Ida Bagus, ada Kasta Dewa, ada Kasta Gusti ada kasta Jabo dan apalagi yah? pokoknya gitu deh. Kemarin ada karyawan Tokoku katanya ia berkasta, karena ia malas, aku bentak sedikit,,,,eh malah dia marah,,,,katanya tidak boleh berkata keras pada orang yang berkasta. ….akhirnya aku bicara pelan sekali,,,,,,aku bilang “ hari ini kamu aku pecat ya”…..
Slim : Katanya agama Hindu itu universal dan untuk semua orang, lalu kenapa agama Hindu menciptakan perbedaan atau sekat-sekat itu ? Bahkan aku dengar, hanya kasta Brahmana yang boleh tau Kitab Suci.
Kris : aku orang Timor, seandainya aku mau masuk Hindu, Aku ditempatkan di kasta apa bro ? Kalau aku dikasi masuk di kasta tertinggi, mungkin aku pertimbangkan ,,,he he he he,,,,, Ngomong-ngomong kastamu apa Sindu ?
Sindu : Aku tidak punya kasta Bro….
Slim : berarti kamu orang jabo atau Sudra ya kawan ???
Sindu : he he he,,,,dalam keyakinanku tidak mengenal kasta Bro,,,,kasta itu berasal dari Bahasa Portugal yaitu Caste yang artinya sekat,tembok atau pemisah berdasarkan kelahiran.Sedangkan kitab suciku banyak menggunakan bahasa Sansekerta. Kata Kasta dalam bahasa Sansekerta berarti Kayu. Yang ada dalam Weda adalah Varna/ Warna/ colour. Ada 4 warna sehingga disebut dengan Catur Varna. Warna yang dimaksud adalah profesi. Jadi ada 4 porfesi menurut Weda. Warna Brahmana adalah orang-orang yang memfokuskan hidupnya untuk masalah spiritual. Warna Ksatriya adalah orang yang memfokuskan hidupnya dibidang pemerintahan. Warna Wesya adalah orang yang memfokuskan hidupnya pada dunia perdagangan. Dan Warna Sudra adalah orang-orang yang memfokuskan dirinya untuk melayani dari ketiga warna di atas itu.
Kris : Jadi kasian sekali karyawan yang aku pecat itu, saat ini ia tidak punya warna lagi, alias pengangguran. ha ha ha…
Slim : Tujuan diciptakan Catur Warna dalam Weda itu apa bro Sindu? Apakah bener Weda hanya untuk golongan tertentu saja. Misalnya hanya orang Brahmana saja ?
Sindu : Profesionalitas Bro,,,,agar setiap orang bisa bertanggung jawab dan sungguh2 mengerjakan profesinya. Tidak benar Weda hanya untuk golongan tertentu. Ini Ayatnya : Yajurveda XXVI.2 menyatakan bahwa hendaknya ajaran suci Veda ini disampaikan kepada seluruh umat manusia, kepada Brahmana, Ksatria, Vaisya, Sudra bahkan kepada orang asing sekalipun.
Kris : kalau gitu warnaku berubah setiap sekian jam bro. Pagi aku cuci mobil sendiri karena tak ada pembantu. Berarti aku Sudra. Siangnya aku pergi ke toko. Berarti siangnya aku jadi Wesya. Pulang dari Toko aku menjalankan tugasku sebagai kepala lingkungan di wilayahku. aku jadi Ksatriya. Kalau malam aku baca kitab suci. Jadi malamnya aku sebagai Brahmana,,,,xi,,,xi,,xi,,xi,,xi,,,,
Slim : wakakakakakka,,,pantesan juga kulitmu kaya bunglon. belang-belang gitu bro….
Slim : Aku pernah baca di Internet, katanya kalau ada seorang Sudra yang baca kitab suci, nanti telinganya akan di cor dengan timah panas. Bener gak itu bro ?
Sindu : Ha ha ha…aku tidak tau entah apa maksud dari orang-orang memelintir ayat atau sloka-sloka dalam Veda. Sloka itu aslinya berbunyi spt ini : “Wedam upa srnwatas trapu jatubhyam srotra prati purana udaharane jihwac chedo dharane sarira bheda asana sayana wak
pathisu sama prepsur dandyah satam”
(Gotama Smerti; 12)
arti:
“Bagi warna sudra (para pekerja) yang ingin mempelajari Weda,
supaya berhasil dengan baik yakni dengan mendekatkan pendengarannya mulai dari awal pengertian-pengertian,
bahasa dan ucapannya dengan menutup pengaruh dari luar,
badan duduk dengan tenang (asana) ditempat belajar dan ucapan diulang-ulang terus menerus sampai akhir.”
Ngomong2 Ada sebuah kasta yang bener-bener menjadi cita-citaku dari dulu…
Kris : Kok kasta bisa jadi cita-cita ??? Kasta apa sih itu Bro Sindu???
Sindu : Kasta “Anak Sane Meduwe Jinah Akeh”. Artinya kasta seseorang yang punya uang banyak….ha ha ha ha .
Slim : kalau itu sih cita-citaku juga bro,,,,, Kalau gitu jelaskan asal-usul istilah kasta itu di Bali!
Sindu : Aku akan berusaha jelaskan asal-usul kata kasta tersebut. Topik yang kita bicarakan adalah topic yang sangat rentan. Tapi wajib untuk diketahui. Jadi aku akan berusaha hati-hati menjelaskan hal ini. Mula-mula di Jawa tatanan masyarakat masih murni menurut Weda yaitu tatanan menurut profesi atau “Warna”.Ketika Majapahit hendak meluaskan kerajaan dengan cita-cita menyatukan Nusantara yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya Gajahmada, maka Majapahit menundukkan Kerajaan Bali Dwipa pada abad ke-13. Para Orang-orang Majapahit membawa serta kaum elit untuk memimpin di Bali Dwipa. Kaum elit itu dinamakan Triwangsa, yaitu Brahmana, Kesatria, dan Wesya. Semua penduduk Bali-asli yang dijajah, dikelompokkan sebagai Wangsa Sudra. Tujuan politik Gajahmada adalah agar kaum Bali-asli tidak bisa eksis, sehingga kelanggengan pemerintahan Majapahit dapat berlanjut terus. Politik ini adalah bagaimana memanfaatkan ketidak tauan masyarakat akan ajaran agamanya sendiri.
Slim : kenapa juga di India hampir sama dengan di Bali ?
Sindu : Di India juga sama, catur Warna yang ada dalam Weda diplesetkan oleh Bangsa Inggris yang menjajah India di kala itu abad ke XVII (1605) . Orang-orang yang dekat dengan Pemerintahan Inggris dimasukan ke dalam Tri Wangsa dan orang umum bahkan yang tidak patuh terhadap pemerintahan Inggris disebut dengan Wangsa Sudra. Semuanya itu bertujuan politik untuk memecah belah kekuatan bangsa India di kala itu. Munculah politik bahwa hanya kaum Brahmana dan keturunannya saja yang dapat mempelajari Weda. Tujuannya adalah agar orang-orang yang dianggap sudra tidak memahami ajaran yang sebenarnya.
Kris : apakah itu wangsa ?
Sindu : Wangsa artinya keturunan. Karena dulunya belum mengenal istilah kasta, Jadi isitlah inilah yang di gunakan untuk mengetahui asal usul dari keturunan. wangsa=> atau soroh sama sperti clan atau marga seperti pada suku batak yaitu di ambil dari garis keturunan sedarah,yg bersifat difrensiasi sosial,yg tidak ada klas2 secara vertikal,tidak ada klas tinggi dan klas rendah,
Slim : Adanya nama Anak Agung, I Gusti ,Ida Bagus, I Dewa , I Gede Pasek, apakah berasal dari politik Majapahit itu ?
Sindu : saya kira kemungkinan besarnya adalah Ya. Keturunan dari Warna Brahmana pada umumnya bergelar Ida Bagus, Keturunan dari Ksatriya umumnya bergelar I Gusti atau I Dewa. Keturunan dari Wesya umamnya bergelar Pande, dan keturunan dari Warna Sudra tanpa gelar. Raja-raja Bali jaman dahulu bisa menaikkan (Wisuda) dan menurunkan (Petita)gelar seseorang atau keluarganya, berdasarkan jasa atau kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan kepada raja. Perobahan wangsa juga terjadi karena satu keluarga "nyinebang wangsa" (menyembunyikan marganya).
Kris : kalau sudah tau ajaran yang sebenarnya adalah Catur Warna, yaitu pembagian berdasarkan profesi ,lalu kenapa orang Bali khususnya orang Hindu masih mempertahankan nama-nama gelar itu ?
Sindu : Nama-nama gelar itu yang diberikan oleh leluhur orang bali, bertujuan untuk mengetahui garis keturunan dan tidak melupakan kawitan / asal-usul leluhur dan nama leluhur yang sudah berjasa pada keturunannya. Dengan berjalannya waktu, Umat Hindu khususnya di Bali akan semakin mengerti akan Catur Warna seiring mulainya era perdagangan industry yang menuntut profesionalisme. Catur Warna tidak membahas sekat tentang tinggi rendahnya derajat manusia. Catur Warna juga menegaskan bahwa antara masing-masing Warna / Profesi saling berkaitan. Aku pernah lihat tulisan di mobil Truk “ Gak ada buruh gak ada Boss”.
Slim : kenapa di Hindu kita perlu menyembah leluhur ?
Sindu : karena Tuhan menciptakan kita tidak dengan cara “ sim salabim abra kadabra jadilah manusia”. Tapi beliau menciptakan kita melalui jalan para leluhur itu. Pemujaan terhadap leluhur sujatinya untuk memahami siapa jati diri kita. Orang yang tidak memuja leluhur sangat gampang dipengaruhi oleh budaya luar sehingga sangat gampang ia tercabut dari akar budayanya.
Kris : apakah banyak masalah yang ditimbulkan akibat kurangnya pemahaman catur warna di masyakat kita ini ?
Sindu : Sudah tentu ya. Pertama adalah memudarnya ajaran Hindu yang bersifat universal. Persatuan orang Hindu pasti akan lemah. Juga masalah perkawinan sering menjadi polemic disebabkan kedua belah pihak merasa berbeda kasta ada yang merasa lebih tinggi ada yang dianggap lebih rendah. Juga sering terjadi masalah ketika ada kematian. Sehingga sulit akan tercapai pemahaman ajaran Tatwam Asi “Aku adalah kamu dan kamu adalah Aku”.
Kris : kalau aku masuk Hindu, berarti aku Warna Wesya. Aku dapat gelar gak ? Kawitan Leluhurku mana ya ???
Sindu : Karena kamu berdagang, ya Wesya. Gelarmu adalah Boss he he he. Kawitan atau leluhurmu tanyakan pada orang tuamu,,,,beliau pasti punya silsilah sehingga kamu punya nama marga.
Slim : yang paling keren dalam agamaku adalah gak ada kasta bro,,,,,jadi gak perlu pusing-pusing mikirin aku lebih tinggi kamu lebih rendah,,,,,,,ayo yang mau ikut silahkan, mumpung lagi promo di bulan ini.
Sindu : Bener gak ada kasta bro ??? perasaan ada bro ….Istilah kafir adalah untuk orang yang berada di luar agamamu. Kafir konotasinya sangat negative dan sangat rendah. Tuhan dalam agamamu seolah-olah sangat membenci kafir ini, padahal beliau sendiri katanya yang ciptakan seluruh manusia di bumi ini. Hanya orang-orang dalam agamamu yg sepertinya di muliakan dan orang kafir sepertinya layak kena musibah,,,,, bukankah itu berarti sekat/ kasta dalam agamamu ???
Slim : he he he kok kamu tau ???
Sindu : Jika saja kafir berarti adalah kebodohan atau kemiskinan, jangankan aku di Hindu, seluruh agama pasti setuju memeranginya. Aku akan angkat pedang ilmu pengetahuan untuk membasmi kebodohan dan kemiskinan itu.
Slim : he he he ,,,tapi bagi ajaranku, kalian berdua kafirnya, dan nanti jadi penghuni neraka.
Sindu : gak apa-apa gak dapat surga. KAfir adalah kaum yang berfikir. Tidak menelan mentah2 isi dari kitab suci. Kan aku dah bilang kemarin. Tujuanku moksa….bukan surga…. Bagiku di Hindu, agama-agama yang lain bukanlah saingan bukan juga menjadi targetku untuk diajak masuk Hindu. Agamaku bukan seperti MLM yang harus cari pengikut dan dapat point kalau sudah mendapatkannya. Juga tidak ada janji-janji akan surga. Semuanya adalah kesadaran. Baik yang ditanam, baikpula yang didapat.
Kris : Bagiku juga kalian berdua adalah domba2 tersesat , gak bisa masuk Surganya Bapa. ,,,,,he he he ada sebuah ayat dalam kitabku menyatakan “Tidak ada keselamatan di luar agamaku”.
Sindu : Jika ada sebuah agama yang berisi ajaran mengekslusifkan diri dan menganggap rendah pemeluk agama lain, sebenarnya agama tersebut sedang mengukuhkan dirinya memiliki ajaran “kasta”. Ayo kita jalan2 mumpung masih suasana hari raya,,,,,
Semoga Bermanfaat
Sumber :
TAKDIR VS HUKUM SEBAB AKIBAT ? HIDUP SEKALI VS BERKALI-KALI?
Kris :, Slim ; PAgi Sindu ….Sindu ; eh,,pagi juga. Pagi2 dah dapat tamu special lagi.
Kris : biasa kita masih penasaran dengan perbincangan kemarin. Si Slim katanya gak bisa tidur malah,,,,dulu dia mikir tujuan terakhir adalah surga surga surga,,,,eh sekarang mulai memikirkan moksa…udah mulai kena racun si Sindu dia,,,,
Sindu : memikirkan moksa boleh,,,asal jangan maksa,,,,he he he he,,,,,perlu perenungan yang mendalam kawan.
Slim : kok banyak ada kertas kecil-kecil bro ? OOOhh semuanya berisi tulisan ya ??? hmmmmm,,,,,ada Tulisan kemarahan, ketamakan, iri hati, malas, kebimbangan, kesedihan, kecemasan, ketakutan, dendam, dll ….untuk apa kamu menulis semua ini ?
Sindu : He he he….Kemarin kan hari pengejukan, pengejukan bisa di artikan mengikat, Jadi yang aku ikat adalah hal-hal buruk yang ada dalam diriku. Tadi malam aku letakan semua tulisan ini di bawah pantatku. biar mirip seperti lukisan Dewa Siwa yang menduduki harimau. Artinya beliau sudah mampu menundukan sang Ego.
Slim : Trus di hari penampahan ini, kamu apakan tulisannya semua ?
Sindu : Aku bikin api suci dulu, dan aku bakar satu persatu…,
Slim : Tujuannya?
Sindu : Ya harapanku biar bisa menang melawan hal-hal negative dalam diriku sendiri. Karena hari Galungan adalah hari kemenangan sang diri melawan ketidak benaran yang ada dalam sang diri juga. Ini ritualnya bro….kalau prakteknya setiap hari, harus ditumpas dengan senjata yang bernama ilmu pengetahuan.
Kris : Bukannya makna pengejukan dan penampahan artinya tangkap babi dan menyembelih babi bro ?
Sindu : he he he he …makna utamanya adalah seperti yang aku bilang itu, ritualnya adalah potong Babi. Kalau bisa memtong lehernya babi kecil sampai putus. Karena babi adalah symbol dari kemalasan, ketamakan, nafsu dll. Bukan Babi hutan lho ya.
Slim : ha ha ha ha ha ,,,,,apa gue bilang babi itu haram bro,,,,,itu memang tidak layak untuk dimakan…. Keren kan aturan dalam agama gue.
Kris : tapi itukan daging terenak di dunia ? masak gak boleh dimakan ? kalau itu memang jelek, harusnya setiap orang makan daging itu keracunan atau berumur pendek. Faktanya orang-orang baik –baik saja.
Sindu : Yah,,,apapun yang berlebih pasti buruk jadinya. Begitu juga kalau santap daging kambing. Kolesterol dijamin naik bro. Apapun yang diciptakan oleh Tuhan pasti ada tujuannya. Dalam keyakinanku Tuhan tidak pernah memandang mahluknya sendiri adalah sebuah kegagalan produk. Semua yang tercipta di dunia ini pasti ada guna dan manfaat. Apa manfaat dari Babi, tanya aja Mbah Google,,,,disana banyak dijelaskan. Ketimbang kita sibuk mencari kejelekan ciptaan Tuhan, mending kita cari manfaatnya.
Kris : jangan- jangan saking enaknya tuh daging, orang-orang di tanah kering sampai-sampai melakukan pertikaian gara-gara memperebutkan daging super enak tersebut ??? ….. agar tak terjadi pertikaian itu, sang pemimpin yang bijaksana menjelaskan kalau daging itu haram,,,,,,ha ha ha ha ,,,masuk akal gak bro ???
Slim : walah,,,,keluar lagi nih ilmu cocok loginya,,,,
Sindu : he he he he,,,,kalau gitu kita gak usah bahas tentang Babi.
Kris : ngomong-ngomong, kenapa babi ini yang terpilih di bunuh ya? maksudku, babi yang kita santap kemarin itu lho, kenapa gak babi yang itu atau yang itu? kan banyak kau punya babi Ndu ?
Slim: lho kok ngomongin babi lagi. Najis tau,,,,mungkin maksud si Kris begini, kenapa kita lahir bisa berbeda-beda jalan hidupnya ? ada yang ganteng/cantik ada yang buruk dan cacat. Ada yang hidupnya berkelimpahan harta, ada juga yang miskin menderita seumur hidupnya. Ada yang selamat sampai tua, ada yang mati muda, Apa yang menyebabkan itu ?
Sindu : menurut kalian sendiri apa penyebabnya?
Kris : menurut aku sih takdir
Slim : Menurutku juga takdir.
Sindu : Yang menentukan takdir ?
Slim : Tuhan bro,,,,Tuhan dah ngatur segalanya ketika manusia atau mahluk itu belum tercipta di dunia ini. Jadi jalan hidup kita udah di tulis oleh Tuhan sebelumnya.
Sindu : Apakah tulisan Tuhan tentang jalan hidup itu menyangkut juga kegiatan-kegiatan kecil kita seperti potong kuku, menyapu, membersihkan tai hidung, bab, kencing , menulis dls ? Hp ku kemarin sempat mati, ternyata aku lupa colokin, apakah itu juga Tuhan yang mengatur ? Termasuk kemarin, karena saking enaknya daging babi, si Kris banyak makan dan dia mual-mual. Apakah itu juga diatur oleh Tuhan.
Kris : Ssssstttt,,,jangan bilang-bilang bro kalau aku itu sampai mual-mual. Nah lho,,,,,mulai bingung nih kita,,,,,biasanya sih orang bilang kalau jodoh di tangan Tuhan, tapi kalau dah cerai, itu kehendak pasangan,,,,,xi,,xi,,,xi,,xi,,,,,Kalau dapat rejeki itu dari Tuhan, kalau ketahuan nyolong sandal di tempat suci, itu bujukan setan,,,,,,,xi,,xi,,xi,,,,ternyata ada pihak lain juga yang ikut mengatur kehidupan kita yaitu si setan,,,,,,yang jadi masalah si setan bisa masuk ke tempat suci,,,,xi,,,xi,,xi,,xi,,,,
Slim : ah kau,,,,selalu nyindir aku,,,,,karena sandal yang hilang paling banyak di tempat suciku,,,,sampai dibuatkan iklan lagi,,,,,,,,wakakakakkakakkakak.
Sindu : kalau semua sudah tertulis dari sononya, ngapain kalian kerja “pergi pagi pulang pagi “ “hanya untuk mencari rejeki “ ? harusnya santai aja, kan udah diatur.
Slim : Beh,,,si Sindu penggemar Armada Band. Ngomongnya sambil nyanyi,,,,nah itulah bro,,,katanya Tuhan gak mau mengubah nasib kita kalau kita sendiri tidak mau mengubah nasib diri kita sendiri.
Sindu : Trus tulisan yang katanya udah di tulis Tuhan dari sononya itu untuk apa ???
Kris : iya ya,,,,,untuk apa coba ? mikirrrr.
Slim : kamu juga mikir dong,,,,
Kris : awas botak, biarin si Sindu aja yang botak,,,wakakakkakakak,,,,
Sindu : kalian hidup di Negara ini diatur oleh apa ? bukankah Negara ini mengatur kehidupan masyarakatnya dengan hukum ? Jika kalian berbuat baik dan berjasa pada Negara, itupun kalau Negara tau, kalian dapat tanda jasa atau penghargaan. Sebaliknya jika kalian berbuat jahat dan merugikan orang lain, itupun kalau Negara tau, kamu akan di hukum.
Slim : kalau Negara tak tau aku berbuat jahat???
Sindu : ya kamu bisa bebas …..
Slim : horeeeeee……
Sindu : horeeee apanya???? kamu bisa terbebas dari hukum Negara, tapi kamu tidak bisa bebas dari hukum sebab akibat atau dalam agamaku disebut dengan Karma Phala. Apapun yang kamu lakukan hukum ini mencatat secara detail, karena tindakan akan menghasilkan hasil. Orang sains menyebut hukum ini sebagai hukum aksi-reaksi. Kalau Negara mengatur dengan hukum, begitu juga Tuhan dalam keyakinanku mengatur kehidupan ini dengan hukum. Hukum Karma Phala adalah hukum teradil di alam semesta. Hukum ini tidak memandang jabatan seseorang, agama, suku , ras dan setiap mahluk hidup tak luput dari hukum ini.
Kris : apakah orang yang kentut juga di atur hukum ini ?
Sindu : kalau kamu tentut sembarangan, jelas orang tidak akan suka pada kamu.
Slim : apa hubungannya hukum ini dengan perbedaan kelahiran dan jalan hidup tiap manusia ?
Sindu : aku akan kasi 2 contoh kasus. Pertama ; Ada seorang ibu yang baik hati terlahir dari keluarga miskin. Ia menderita banyak hal dari kecil. Ketika ia dewasa, ia mendapatkan pasangan seorang prajurit Negara. Walaupun bersuamikan seorang prajurit, kehidupan nya belum juga lepas dari kemiskinan dan penderitaan. Kemudian ia dikaruniai 3 orang anak. Karena tugas sang suami di kota Aceh, ibu ini dan beserta anak-anaknya ikut berpindah tempat tinggal. Musibahpun datang…bencana Tsunami melanda kota tersebut. Dan Ibu ini kehilangan seluruh anggota keluarganya. Tinggalah ia sebatang kara dengan kondisi sakit-sakitan. Pertanyaannya , apakah Tuhan sekejam itu menciptakan jalan hidup atau takdir mahluknya ? Kenapa Tuhan memberikan jalan hidup yang begitu tragis pada ibu itu ?
Slim : Yah,,,karena Tuhan kan sedang menguji keimanan dan ketaqwaan si ibu itu. Dunia ini kan tempat ujian.
Sindu : Apakah seberat itu ujiannya ? kenapa manusia yang lain gak seberat itu ujiannya ? Jika Tuhan adalah maha tau, kenapa butuh nguji mahluknya dulu ? bukankah menurut keyakinanmu Tuhan sudah menuliskan jalan hidup sebelumnya ?
Kris : Bagi ibu itu sih boleh dibilang dapat ujian, tapi bagi suami ibu itu beserta anak2nya yang meninggal gimana ? apa bisa orang yang meninggal dibilang dapat cobaan ?
Sindu : Dalam keyakinanku di Hindu, tidak ada istilah mendapatkan cobaan. Siapa yang mencoba ? apakah Tuhan atau setan ? Kalau Tuhan yang mencoba, bukankah beliau adalah maha tau, kenapa musti mencoba lagi baru beliau tau ??? kalau setan diberikan mencoba, berarti Tuhan melakukan pembiaran. Pembiaran adalah kejahatan serius. Menurutku yang ada adalah hukum sebab akibat itu yang sedang berjalan. Siapa kita hari ini di tentukan oleh apa tindakan kita di kehidupan sebelumnya dan juga apa yang sudah kita lakukan hari ini. Sri Krisna yang berwujud manusia dan para nabi pun rasanya tidak lepas dari Hukum ini. Karena beliau-beliau ini dalam cerita meninggal dalam keadaan yang tidak wajar.
Slim : seperti aku hari ini, hidupku belum juga mapan dan umurku makin tua, tapi belum juga dapat jodoh,,,, hik. hik.,,,
Kris : he he he,,,,,kalau mendengar penjelasan si Sindu, bisa aja kamu Slim hidupmu dulu muda foya-foya, tua kaya raya dan beristri banyak, sampai-sampai tetanggamu gak dapat istri, karena kamu rebut calon istrinya orang,,,,,terima deh sekarang spt ini,,,,,wakakkakakkak
Slim : ngenyek,,,ngenyek,,,,,seneng,,,,seneng,,,lihat teman susah,,,,,,,Trus apa bukti aku pernah hidup sebelumnya Ndu?
Sindu : aku tidak menjawab itu hari ini, kita focus dulu tentang kenapa timbul perbedaan jalan hidup seseorang. contoh kasus ke 2 : Seseorang anak bernama Japlak terlahir di keluarga penjahat. Dari kecil ia mendapatkan pendidikan tentang berbuat kejahatan. Tak satupun ada orang yang mau menarik ia kejalan yang benar. Ketika ia beranjak dewasa, ia menjadi penjahat kelas kakap. Namun disayang, Si Japlak tewas terkena timah panasnya polisi ketika sedang transaksi narkoba. Pertanyaannya , kenapa Tuhan menempatkan kelahiran si Japlak pada orang tua penjahat ? lalu kenapa tidak ada yang menarik si Japlak untuk keluar dari dunia hitam tersebut ? Sejahat itukah Tuhan menempatkan mahluknya ? Jika hidup ini hanya sekali, berarti bisa dipastikan si Japlak akan masuk neraka abadi. Dimanakah letak Tuhan sebagai maha pengampun jika memang hidup hanya sekali dan si Japlak akhirnya terlahir sebagai penghuni neraka abadi ??????????????
Kris : Aku pusing pala berbie.,,,,pusing pala berbie,,,,,ooooo,,,,,pusing pala berbie ,,,pala berbie,,,ooooooo
Slim : habis si Japlak mengikuti bujuk rayu setan sih,,,,,,,
Sindu : apakah yang menempatkan kelahiran si Japlak di keluarga penjahat adalah setan ? Ada orang yang terlahir sebagai orang cacat. Kenapa ia terpilih jadi orang cacat, kenapa bukan kamu slim ????
Slim : Syukur bukan aku,,,,mungkin aku dulunya hidup lebih baik ketimbang orang yang cacat,,,,
Kris : nah lho,,,,,kamu udah mulai percaya kalau hidup ini berulang-ulang,,,,,,ha ha ha ha ,,,,,
Sindu : Yuk mandi dulu,,,,,besok kita lanjut lagi,,,,,yuk cuci kepala kita biar bisa mikir jernih,,,,,,sampai jumpa kawan aku mau lanjut ritual nih
Semoga Bermanfaat,,,,salam damai
Sumber : Robert Kusuma@BANGKITNYA
HINDU
Langganan:
Postingan (Atom)




